Bejat! Penunggu Pasien Diperkosa Dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung, Korban Terkapar usai Dibius
Rabu, 09 April 2025 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
“Kami berkomitmen untuk mendampingi proses ini secara tegas, adil, dan transparan, agar keadilan dapat tercapai untuk korban dan keluarganya,” tegas Unpad.
Sementara itu, Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan, menyampaikan bahwa pelaku telah ditahan dan akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam konferensi pers yang dijadwalkan.
“Pelaku berusia 31 tahun dan merupakan spesialis anestesi. Kami akan memberikan detail lebih lanjut dalam konferensi pers nanti,” kata Surawan.
Sebelum peristiwa terjadi, korban awalnya akan mendonorkan darah untuk orang tuanya yang sedang dirawat di RSHS Bandung.
“Di lantai 7, korban diminta berganti pakaian dengan baju pasien, lalu dipasang akses infus. Korban tidak mengetahui secara pasti prosedur crosmatch darah, sehingga ia menuruti saja instruksi yang diberikan. Setelah itu, korban diberi obat bius dan kejadian dugaan kekerasan terjadi sekitar tengah malam,” tulis akun Instagram @ppdsgramm.
Diduga korban kemudian diperkosa pelaku. Beberapa saat kemudian, korban disebut baru sadar menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat keluar ruangan, ia merasakan nyeri pada bagian kemaluannya.
Merasa ada kejanggalan, korban kemudian memutuskan untuk menjalani visum ke dokter spesialis kandungan (SpOG).
“Hasil visum menunjukkan adanya bekas sperma,” tulis keterangan tersebut.
Selain itu di ruang MCHC7, tempat kejadian diduga berlangsung ditemukan bercak sperma yang tercecer di lantai. Polisi kemudian keesokan harinya langsung memasang garis polisi di TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, Direskrimum Polda Jabar Kombes Pol Surawan, menyampaikan bahwa pelaku telah ditahan dan akan memberikan penjelasan lebih lanjut dalam konferensi pers yang dijadwalkan.
“Pelaku berusia 31 tahun dan merupakan spesialis anestesi. Kami akan memberikan detail lebih lanjut dalam konferensi pers nanti,” kata Surawan.
Kronologi Kejadian
Sebelum peristiwa terjadi, korban awalnya akan mendonorkan darah untuk orang tuanya yang sedang dirawat di RSHS Bandung.
“Di lantai 7, korban diminta berganti pakaian dengan baju pasien, lalu dipasang akses infus. Korban tidak mengetahui secara pasti prosedur crosmatch darah, sehingga ia menuruti saja instruksi yang diberikan. Setelah itu, korban diberi obat bius dan kejadian dugaan kekerasan terjadi sekitar tengah malam,” tulis akun Instagram @ppdsgramm.
Diduga korban kemudian diperkosa pelaku. Beberapa saat kemudian, korban disebut baru sadar menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat keluar ruangan, ia merasakan nyeri pada bagian kemaluannya.
Merasa ada kejanggalan, korban kemudian memutuskan untuk menjalani visum ke dokter spesialis kandungan (SpOG).
“Hasil visum menunjukkan adanya bekas sperma,” tulis keterangan tersebut.
Selain itu di ruang MCHC7, tempat kejadian diduga berlangsung ditemukan bercak sperma yang tercecer di lantai. Polisi kemudian keesokan harinya langsung memasang garis polisi di TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.
(shf)
Lihat Juga :