Kisah Heroik Legenda Kopassus Pratu Suparlan Hadapi Ratusan Musuh di Belantara Timor Timur
Minggu, 06 April 2025 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Dia seperti banteng terluka. Berlari ke arah musuh. Menembak. Menabrak. Bertarung.
Ketika peluru habis, dia tak lari. Dia cabut pisau. Bertarung satu lawan satu di semak-semak. Enam anggota Fretilin tumbang di tangannya.
Hingga akhirnya, tubuhnya mulai menyerah. Tenaga habis. Darah mengucur deras. Tapi tekadnya masih hidup.
Dengan sisa napas terakhir, ia mengeluarkan dua granat dari saku. Menarik pin. Berteriak: “Allahu Akbar!”
Dentuman keras mengguncang hutan. Puluhan pasukan Fretilin ikut roboh bersamanya.
Dari sembilan prajurit, enam gugur. Tapi berkat pengorbanan Pratu Suparlan, sebagian berhasil lolos. Dan dari pihak Fretilin, 83 orang tewas. Satu perlawanan terakhir yang berhasil membalik keadaan.
Jasad Pratu Suparlan ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tak utuh. Tapi semangatnya tetap utuh, hidup dalam setiap langkah prajurit Kopassus hingga hari ini.
Pemerintah menganugerahkan Bintang Sakti sebagai bentuk penghargaan tertinggi. Dan untuk mengenang jasanya, nama Pratu Suparlan kini diabadikan sebagai nama landasan udara di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat.
Landasan pacu sepanjang 1.652 meter itu jadi tempat para prajurit elite berlatih, berlari di atas aspal yang mengabadikan nama seorang prajurit yang rela berlari menuju maut demi kawan-kawannya.
Ketika peluru habis, dia tak lari. Dia cabut pisau. Bertarung satu lawan satu di semak-semak. Enam anggota Fretilin tumbang di tangannya.
Hingga akhirnya, tubuhnya mulai menyerah. Tenaga habis. Darah mengucur deras. Tapi tekadnya masih hidup.
Dengan sisa napas terakhir, ia mengeluarkan dua granat dari saku. Menarik pin. Berteriak: “Allahu Akbar!”
Dentuman keras mengguncang hutan. Puluhan pasukan Fretilin ikut roboh bersamanya.
Pengorbanan Abadi Tak Terlupakan
Dari sembilan prajurit, enam gugur. Tapi berkat pengorbanan Pratu Suparlan, sebagian berhasil lolos. Dan dari pihak Fretilin, 83 orang tewas. Satu perlawanan terakhir yang berhasil membalik keadaan.
Jasad Pratu Suparlan ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tak utuh. Tapi semangatnya tetap utuh, hidup dalam setiap langkah prajurit Kopassus hingga hari ini.
Pemerintah menganugerahkan Bintang Sakti sebagai bentuk penghargaan tertinggi. Dan untuk mengenang jasanya, nama Pratu Suparlan kini diabadikan sebagai nama landasan udara di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat.
Landasan pacu sepanjang 1.652 meter itu jadi tempat para prajurit elite berlatih, berlari di atas aspal yang mengabadikan nama seorang prajurit yang rela berlari menuju maut demi kawan-kawannya.
(shf)
Lihat Juga :