Kisah Tak Terduga Jenderal Kopassus AM Hendropriyono Bertemu Eks Musuh di Rimba Kalimantan Bong Kee Chok
Sabtu, 05 April 2025 - 05:55 WIB
loading...
A
A
A
Bong Kee Chok memperkenalkan diri dengan tenang, lalu menunjukkan luka-luka lama-dua jarinya hilang akibat ledakan granat tua, leher dan lututnya penuh bekas luka.
Dalam suasana santai tapi sarat makna, keduanya berbagi cerita soal luka-luka fisik dan emosional yang mereka dapat dari masa lalu.
Hendropriyono bahkan sempat bercanda soal luka di pahanya yang “tidak bisa diperlihatkan.”
Sementara Bong Kee Chok mengakui bagaimana ia selamat dari berbagai penyergapan dan akhirnya menyerah karena kelelahan serta kesadaran akan masa depan.
“Pertemuan itu seperti menutup bab panjang dalam hidup saya. Tidak ada lagi kebencian, hanya pemahaman bahwa kami dulu hanya menjalankan peran masing-masing,” ujar Hendropriyono.
Kini, dari seorang perwira tempur menjadi negarawan dan mantan Kepala BIN, Hendropriyono menegaskan bahwa keberanian tidak hanya ditunjukkan di medan perang, tapi juga dalam menerima masa lalu dengan lapang dada.
Kisah ini bukan hanya potret sejarah militer Indonesia, tapi juga cermin bahwa bahkan musuh yang paling sengit pun bisa menjadi sahabat jika kebencian ditinggalkan.
Dalam suasana santai tapi sarat makna, keduanya berbagi cerita soal luka-luka fisik dan emosional yang mereka dapat dari masa lalu.
Hendropriyono bahkan sempat bercanda soal luka di pahanya yang “tidak bisa diperlihatkan.”
Sementara Bong Kee Chok mengakui bagaimana ia selamat dari berbagai penyergapan dan akhirnya menyerah karena kelelahan serta kesadaran akan masa depan.
“Pertemuan itu seperti menutup bab panjang dalam hidup saya. Tidak ada lagi kebencian, hanya pemahaman bahwa kami dulu hanya menjalankan peran masing-masing,” ujar Hendropriyono.
Kini, dari seorang perwira tempur menjadi negarawan dan mantan Kepala BIN, Hendropriyono menegaskan bahwa keberanian tidak hanya ditunjukkan di medan perang, tapi juga dalam menerima masa lalu dengan lapang dada.
Kisah ini bukan hanya potret sejarah militer Indonesia, tapi juga cermin bahwa bahkan musuh yang paling sengit pun bisa menjadi sahabat jika kebencian ditinggalkan.
(shf)
Lihat Juga :