Siasat Raden Wijaya Pukul Mundur Pasukan Tartar Mongol yang Dikenal Tangguh

Selasa, 01 April 2025 - 07:19 WIB
loading...
Siasat Raden Wijaya...
Raja Majapahit Raden Wijaya mengalahkan pasukan Tartar Mongol yang dikenal tangguh dan jarang kalah di peperangan. Itu berkat siasat dan taktik cerdas Raden Wijaya. Foto: Ist
A A A
RAJAMajapahit Raden Wijaya mengalahkan pasukan Tartar Mongol yang dikenal tangguh dan jarang kalah di peperangan. Itu berkat siasat dan taktik cerdas Raden Wijaya.

Raden Wijaya menaklukkan pasukan Tartar yang saat itu berkoalisi usai mengalahkan Kerajaan Kediri. Ketika mengawal Raden Wijaya dan anak buahnya tiba-tiba pasukan Tartar yang mengawalnya dihabisi secepat kilat.

Baca juga: Kisah Raden Wijaya Bersama Pasukan Mongol dan Madura Runtuhkan Kerajaan Kediri

Serangan balik Raden Wijaya juga dilakukan ke markas utama tentara China Mongol. Serangan tersebut membuat pasukan Mongol kocar-kacir hingga banyak yang tewas. Sisa pasukan yang ada melarikan diri ke pesisir pantai.

Sebagaimana dikutip dari "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit", lagi-lagi taktik Raden Wijaya teramat jitu dengan menyiapkan pasukan Mongol di pantai. Di sana sudah bersiaga pasukan Majapahit yang dipimpin Rakryan Mantri Arya Adikara.

Pasukan Rakryan berhasil menghancurkan kapal-kapal Mongol. Kondisi ini membuat pasukan Tartar yang dipukul mundur kacau balau. Ditambah ancaman angin muson yang dapat membawa mereka pulang segera berakhir. Mereka pun terancam terjebak di Pulau Jawa untuk 6 bulan berikutnya.

Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa berhasil menghalau pasukan Mongol berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya dengan total 12.000-18.000 terbunuh.

Tak hanya itu, ada banyak pasukan Tartar yang ditawan, namun tidak diketahui jumlahnya. Sementara banyak kapal Mongol yang berhasil dihancurkan Rakryan Mantri Arya Adikara.

Beruntung kekesalan pasukan Mongol sedikit terobati usai mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya. Ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya.

Jayakatwang sebelum dihukum mati di Pelabuhan Ujung Galuh sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.

Pada Juni 1293, pasukan Mongol tiba di China. Mereka membawa anak-anak Jayakatwang dan beberapa perwiranya yang berjumlah lebih dari 100. Mereka juga memperoleh peta negara, catatan populasi, dan sebuah surat dengan huruf emas yang dituliskan sang raja.

Kekalahan bala tentara Mongol oleh orang-orang Jawa hingga kini tetap dikenang dalam sejarah China. Bagaimana tidak, mereka nyaris tidak pernah kalah dalam peperangan melawan bangsa mana pun di dunia. Selain di Jawa, pasukan Kubilai Khan juga pernah hancur ketika akan menyerbu daratan Jepang.

Namun, kehancuran tersebut bukan disebabkan kekuatan militer bangsa Jepang melainkan terjangan badai yang sangat kencang sehingga memorak-porandakan armada kapal kerajaan dan membunuh hampir seluruh prajurit di atasnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka: Dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Latsarmil Manajer Kopdes...
Latsarmil Manajer Kopdes Dievaluasi, Istana: Insyaaallah, Tidak Terjadi Korban Lagi
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Danone Indonesia Dorong...
Danone Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Praktik Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved