2 Bulan Tak Dibayar, Ratusan Guru Honorer di Pelalawan Riau Tuntut Pembayaran Gaji
Jum'at, 28 Maret 2025 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, penjelasan tersebut tidak memuaskan para guru honorer, yang kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Pelalawan untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada perwakilan legislatif.
Di Kantor DPRD Pelalawan, para guru diterima oleh Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin SH dari Partai Golkar. Dalam pernyataannya, Baharudin menilai bahwa Pemda Pelalawan tidak seharusnya secara mendadak merumahkan ratusan guru honorer agama tanpa memberikan solusi alternatif. Ia mengingatkan bahwa awalnya para guru ini ditugaskan ke sekolah MTs dan MI berdasarkan Peraturan Daerah tentang sekolah gratis untuk pemerataan pendidikan.
Menurut Baharudin, jika aturan tidak lagi mengizinkan guru honorer mengajar di sekolah agama, seharusnya mereka ditarik terlebih dahulu ke dinas induk, lalu ditempatkan kembali di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pelalawan.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Pelalawan berencana mengadakan rapat dengar pendapat dengan Pemda Pelalawan setelah Idulfitri 2025. Hasil rapat tersebut akan diteruskan ke kementerian terkait dengan harapan agar hampir 300 guru yang telah dirumahkan bisa kembali mengajar dan mendapatkan gaji mereka.
Di Kantor DPRD Pelalawan, para guru diterima oleh Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Baharudin SH dari Partai Golkar. Dalam pernyataannya, Baharudin menilai bahwa Pemda Pelalawan tidak seharusnya secara mendadak merumahkan ratusan guru honorer agama tanpa memberikan solusi alternatif. Ia mengingatkan bahwa awalnya para guru ini ditugaskan ke sekolah MTs dan MI berdasarkan Peraturan Daerah tentang sekolah gratis untuk pemerataan pendidikan.
Menurut Baharudin, jika aturan tidak lagi mengizinkan guru honorer mengajar di sekolah agama, seharusnya mereka ditarik terlebih dahulu ke dinas induk, lalu ditempatkan kembali di sekolah negeri yang ada di Kabupaten Pelalawan.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Pelalawan berencana mengadakan rapat dengar pendapat dengan Pemda Pelalawan setelah Idulfitri 2025. Hasil rapat tersebut akan diteruskan ke kementerian terkait dengan harapan agar hampir 300 guru yang telah dirumahkan bisa kembali mengajar dan mendapatkan gaji mereka.
(abd)
Lihat Juga :