5 Fakta Penembakan Guru di Yahukimo oleh OPM, Aksi Biadab yang Melanggar Prinsip HAM
Senin, 24 Maret 2025 - 16:34 WIB
loading...
A
A
A
Di sana, mereka menemukan Rosalina Rerek Sogen yang saat itu tengah memberikan bantuan kepada korban luka lainnya. Tanpa belas kasihan, Rosalina menjadi sasaran penganiayaan keji hingga tewas.
Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III, Letkol Inf Gustiawan, mengatakan korban jiwa dipastikan sudah dievakuasi. Jalannya evakuasi sendiri dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk yang masih sangat rawan.
Baca juga: Sadis! 6 Guru di Yahukimo Papua Tewas Diserang KKB
Hal tersebut diungkap Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Ia menyebut serangan OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan tempo hari diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar.
Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Alhasil, kelompok separatis itu melakukan aksi kekerasan, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.
Sementara itu, situasi di Distrik Anggruk perlahan mulai kondusif, namun aparat tetap meningkatkan pengamanan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
2. OPM juga Membakar Sekolah
Selain membunuh guru dan melukai korban lainnya termasuk tenaga kesehatan, OPM juga membakar sekolah tempat para korban mengajar. Insiden ini kemudian menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat setempat, terutama tenaga pendidik dan siswa.Dansatgas Rajawali II Koops TNI Habema Kogabwilhan III, Letkol Inf Gustiawan, mengatakan korban jiwa dipastikan sudah dievakuasi. Jalannya evakuasi sendiri dilakukan dengan pengamanan ketat mengingat kondisi di Distrik Anggruk yang masih sangat rawan.
Baca juga: Sadis! 6 Guru di Yahukimo Papua Tewas Diserang KKB
3. Motif Serangan
Serangan OPM baru-baru dini diduga dipicu oleh penolakan permintaan uang oleh para korban. Kelompok bersenjata tersebut melakukan tindakan kekerasan setelah permintaan mereka tidak dipenuhi.Hal tersebut diungkap Kapuspen TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi. Ia menyebut serangan OPM di Yahukimo, Papua Pegunungan tempo hari diduga dilakukan oleh kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak yang sebelumnya meminta sejumlah uang kepada para tenaga pengajar.
Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi. Alhasil, kelompok separatis itu melakukan aksi kekerasan, membakar gedung sekolah dan rumah guru, serta menimbulkan ketakutan di masyarakat.
4. Pelaku dalam Pengejaran
Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Polda Papua, serta TNI dari Kogabwilhan III langsung bergerak untuk melakukan evakuasi korban pada Minggu (23/3/2025). Selain itu, mereka juga terus melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB yang bertanggung jawab atas aksi biadab ini.Sementara itu, situasi di Distrik Anggruk perlahan mulai kondusif, namun aparat tetap meningkatkan pengamanan untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
5. Respons TNI
Kapuspen TNI Kristomei Sianturi menegaskan komitmen TNI untuk selalu melindungi masyarakat. Hal ini terutama tenaga pendidik dan kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.Lihat Juga :