Kisah Bripka Joko Hadi, Polisi Penggali Kubur Sukarela Selama 23 Tahun bagi Warga Kurang Mampu
Kamis, 13 Maret 2025 - 05:44 WIB
loading...
A
A
A
Mendapati gaji polisi waktu itu tidak seberapa, Joko kemudian mencari sampingan menjadi penggali kubur. Hasil dari sampingan itu untuk membantu kebutuhan keluarga di rumah.
Pada 2005, ayahnya mendorong Joko menjadi polisi. Menariknya, setelah lulus pendidikan dan berdinas di Samarinda, dia masih melanjutkan pengabdian sebagai penggali kubur.
Bedanya, kini Joko menjalani profesi itu bukan untuk mendapatkan penghasilan melainkan sebagai bentuk amal. Dia menggratiskan biaya gali kubur bagi warga setempat, khususnya yang masuk kategori kurang mampu.
Tak hanya mengabdikan tenaga, Joko sering menggunakan dana pribadinya untuk membayar orang yang membantunya menggali kubur. Terkadang ada juga warga dermawan yang memberinya bayaran secara sukarela dengan nominal berbeda.
Dedikasi luar biasa Bripka Joko mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Korps Bhayangkara. Kisah inspiratifnya itu bahkan didengar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang membuatnya ingin menemui langsung Joko.
Pada 2005, ayahnya mendorong Joko menjadi polisi. Menariknya, setelah lulus pendidikan dan berdinas di Samarinda, dia masih melanjutkan pengabdian sebagai penggali kubur.
Bedanya, kini Joko menjalani profesi itu bukan untuk mendapatkan penghasilan melainkan sebagai bentuk amal. Dia menggratiskan biaya gali kubur bagi warga setempat, khususnya yang masuk kategori kurang mampu.
Tak hanya mengabdikan tenaga, Joko sering menggunakan dana pribadinya untuk membayar orang yang membantunya menggali kubur. Terkadang ada juga warga dermawan yang memberinya bayaran secara sukarela dengan nominal berbeda.
Dedikasi luar biasa Bripka Joko mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Korps Bhayangkara. Kisah inspiratifnya itu bahkan didengar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang membuatnya ingin menemui langsung Joko.
Lihat Juga :