Kesembuhan Pasien COVID-19 di Jawa Timur Capai 78,25 Persen
Jum'at, 04 September 2020 - 14:26 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Ketua Gugus Kuratif Satgas COVID-19 sekaligus Direktur Utama RSUD dr Soetomo, dr Joni Wahyuhadi mempercayai virus corona bisa bermutasi. Oleh sebab itu sebagai rumah sakit rujukan utama bagi pasien COVID-19, dia ingin RSUD dr Soetomo memiliki laboratorium yang bisa digunakan untuk mendeteksi virus corona.
"Semakin lama virus akan semakin pintar atau beradaptasi. Bentuk virus corona yang berupa RNA dengan single-stranded memudahkan proses mutasi. Jadi semakin lama virus akan makin pintar menyesuaikan diri dengan lingkungannya," katanya.
Mutasi virus, lanjut dia, juga bisa berpengaruh pada gejala tiap pasien. Misalnya ada pasien yang kehilangan penciumannya namun tidak demam, atau bisa juga sebaliknya. Hal itu bisa dipengaruhi oleh susunan protein RNA virus yang berubah akibat mutasi sel.
"Untuk bisa mendeteksi adanya mutasi virus, Joni meminta kepada Gubernur Jatim agar bisa menyediakan Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3). Hal ini berguna dalam perawatan pasien bisa lebih efektif dan efisien. Selain itu juga bermanfaat untuk perkembangan penelitian secara global," terangnya.
"Semakin lama virus akan semakin pintar atau beradaptasi. Bentuk virus corona yang berupa RNA dengan single-stranded memudahkan proses mutasi. Jadi semakin lama virus akan makin pintar menyesuaikan diri dengan lingkungannya," katanya.
Mutasi virus, lanjut dia, juga bisa berpengaruh pada gejala tiap pasien. Misalnya ada pasien yang kehilangan penciumannya namun tidak demam, atau bisa juga sebaliknya. Hal itu bisa dipengaruhi oleh susunan protein RNA virus yang berubah akibat mutasi sel.
"Untuk bisa mendeteksi adanya mutasi virus, Joni meminta kepada Gubernur Jatim agar bisa menyediakan Laboratorium Biosafety Level 3 (BSL-3). Hal ini berguna dalam perawatan pasien bisa lebih efektif dan efisien. Selain itu juga bermanfaat untuk perkembangan penelitian secara global," terangnya.
(msd)
Lihat Juga :