7 Fakta Baru Kasus Kapolres Ngada Cabuli 3 Anak dan Jual Videonya ke Luar Negeri
Selasa, 11 Maret 2025 - 14:53 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, mengutip mandat Ketua DPR Puan Maharani, Selly Gantina juga meminta agar perlindungan terhadap anak dan perempuan menjadi prioritas utama dalam sistem hukum dan kebijakan negara. Selly juga mengingatkan kasus ini menjadi pengingat kejahatan terhadap anak merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan terjadi di institusi mana pun.
Sebelum fakta-fakta baru di atas terungkap, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ngada. Ia sebelumnya juga diamankan petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) sejak Kamis (20/2/2025).
Kemudian, Polda NTT juga sudah bergerak cepat menunjuk Wakapolres Ngada sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres. Langkah ini diambil untuk memastikan roda kepemimpinan di Polres Ngada tetap berjalan optimal.
Selain mencabuli dan merekam perbuatan bejat, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja juga terindikasi terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Hal ini diketahui setelah hasil tes urine yang dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri menyatakan bahwa Fajar positif mengandung narkoba pada Selasa (4/3/2025).
Meski sudah mendapat sanksi pencopotan, proses hukum tetap berlaku. Melihat perbuatannya, ia berpotensi mendapat hukuman yang sangat berat.
Itulah sejumlah fakta baru kasus Kapolres Ngada cabuli 3 anak di bawah umur dan jual videonya ke luar negeri.
6. Kapolres Ngada Sudah Dicopot
Sebelum fakta-fakta baru di atas terungkap, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Ngada. Ia sebelumnya juga diamankan petugas Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) sejak Kamis (20/2/2025).
Kemudian, Polda NTT juga sudah bergerak cepat menunjuk Wakapolres Ngada sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres. Langkah ini diambil untuk memastikan roda kepemimpinan di Polres Ngada tetap berjalan optimal.
7. Terkait Narkoba Juga
Selain mencabuli dan merekam perbuatan bejat, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja juga terindikasi terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Hal ini diketahui setelah hasil tes urine yang dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri menyatakan bahwa Fajar positif mengandung narkoba pada Selasa (4/3/2025).
Meski sudah mendapat sanksi pencopotan, proses hukum tetap berlaku. Melihat perbuatannya, ia berpotensi mendapat hukuman yang sangat berat.
Itulah sejumlah fakta baru kasus Kapolres Ngada cabuli 3 anak di bawah umur dan jual videonya ke luar negeri.
(shf)
Lihat Juga :