7 Fakta Baru Kasus Kapolres Ngada Cabuli 3 Anak dan Jual Videonya ke Luar Negeri
Selasa, 11 Maret 2025 - 14:53 WIB
loading...
Kapolres Ngada non-aktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja terjerat kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur lalu videonya dijual ke situs porno di luar negeri. Foto/iNewsTV/Joni Nura
A
A
A
NGADA - Kapolres Ngada non-aktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja terjerat kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Tak hanya mencabuli, ia juga merekam pelecehan seksual itu, lalu videonya dijual ke situs porno di luar negeri.
Terungkapnya kasus tersebut menyita perhatian masyarakat. Lebih jauh, berikut sejumlah faktanya yang bisa dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (11/3/2025).
Semua berawal dari temuan video pelecehan seksual anak di bawah umur yang beredar di situs porno Australia. Mendapati hal tak wajar itu, pihak berwenang di sana menelusuri asal konten tersebut.
Baca juga: Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Dicopot Gara-gara Kasus Narkoba dan Asusila
Setelahnya, ditemukan lokasi pengunggahan konten dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Kemudian, otoritas Australia menghubungi pejabat terkait di Indonesia guna meneruskan laporannya ke Polri.
Setelah dilakukan penyelidikan, muncul satu sosok mengejutkan yang diduga terlibat, yakni Kapolres Ngada non-aktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri yang mengamankan dan memeriksa Fajar.
Selain memeriksa Kapolres Ngada non-aktif Fajar, tim penyidik turut meminta keterangan dari tiga anak yang korban pelecehan seksual. Ironisnya, mereka semua masuk kategori di bawah umur, masing-masing berusia 14 tahun, 12 tahun, dan 3 tahun.
Baca juga: Kapolres Ngada Ditangkap! Diduga Terlibat Narkoba, Brigjen Mukti: Pasti Dipecat!
Terungkapnya kasus tersebut menyita perhatian masyarakat. Lebih jauh, berikut sejumlah faktanya yang bisa dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (11/3/2025).
Fakta Baru Kasus Kapolres Ngada Cabuli Anak dan Jual Videonya
1. Awal Mula Pengungkapan
Semua berawal dari temuan video pelecehan seksual anak di bawah umur yang beredar di situs porno Australia. Mendapati hal tak wajar itu, pihak berwenang di sana menelusuri asal konten tersebut.
Baca juga: Kapolres Ngada AKBP Fajar Widyadharma Dicopot Gara-gara Kasus Narkoba dan Asusila
Setelahnya, ditemukan lokasi pengunggahan konten dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Kemudian, otoritas Australia menghubungi pejabat terkait di Indonesia guna meneruskan laporannya ke Polri.
Setelah dilakukan penyelidikan, muncul satu sosok mengejutkan yang diduga terlibat, yakni Kapolres Ngada non-aktif, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja. Temuan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri yang mengamankan dan memeriksa Fajar.
2. Korban Semuanya di Bawah Umur
Selain memeriksa Kapolres Ngada non-aktif Fajar, tim penyidik turut meminta keterangan dari tiga anak yang korban pelecehan seksual. Ironisnya, mereka semua masuk kategori di bawah umur, masing-masing berusia 14 tahun, 12 tahun, dan 3 tahun.
Baca juga: Kapolres Ngada Ditangkap! Diduga Terlibat Narkoba, Brigjen Mukti: Pasti Dipecat!
Lihat Juga :