7 Fakta Mengejutkan Kapolres Ngada Diciduk Mabes Polri, Diduga Terlibat Narkoba dan Asusila

Senin, 03 Maret 2025 - 19:10 WIB
loading...
A A A
“AKBP FWK sudah diamankan di Mabes Polri sejak 20 Februari 2025. Saat ini masih menjalani pemeriksaan Propam,” ungkap Kombes Henry.

Dalam proses pemeriksaan ini, Paminal Polda NTT juga turut serta mendampingi sebagai bentuk pengawasan dari satuan wilayah asal AKBP FWK. Apabila terbukti melakukan pelanggaran berat, AKBP FWK terancam sanksi etik hingga pemecatan tidak dengan hormat.

4. Jabatan Kapolres Ngada Sementara Diisi Wakapolres


Demi menjaga stabilitas dan pelayanan masyarakat, Polda NTT bergerak cepat menunjuk Wakapolres Ngada sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolres. Langkah ini diambil untuk memastikan roda kepemimpinan di Polres Ngada tetap berjalan optimal.

“Penunjukan Wakapolres sebagai Plt Kapolres merupakan langkah darurat agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” jelas Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel.

Keputusan ini juga untuk menghindari kekosongan kepemimpinan yang berpotensi menciptakan ketidakpastian di kalangan personel Polres Ngada.

5. Menggemparkan Masyarakat dan Menjadi Perbincangan Nasional


Kasus penangkapan Kapolres Ngada dengan dugaan pelanggaran berat langsung menyedot perhatian publik, bukan hanya di NTT, tetapi juga secara nasional. Masyarakat kaget, mengingat posisi Kapolres adalah figur penting yang seharusnya menjadi panutan dalam menjaga ketertiban dan penegakan hukum.

Isu narkoba dan dugaan pencabulan semakin memperkeruh citra kepolisian yang tengah berjuang membangun kepercayaan publik. Apalagi, ini bukan kali pertama oknum pejabat kepolisian tersandung kasus serupa.

Banyak pihak mendesak Mabes Polri agar membuka kasus ini secara transparan demi menjaga integritas institusi.

"Keterbukaan menjadi kunci agar tidak ada spekulasi liar yang bisa merusak nama baik Polri," ujar salah satu aktivis hukum di NTT.

6. Dugaan Jaringan dan Keterlibatan Pihak Lain


Kasus yang menjerat AKBP FWK diduga tidak berdiri sendiri. Sumber di internal kepolisian menyebut, Propam Mabes Polri tengah mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, baik dari kalangan internal Polri maupun pihak eksternal.

“Penyelidikan masih terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan ada jaringan yang lebih luas di balik kasus ini,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya.

Jika benar terbukti ada jaringan yang melibatkan lebih banyak pihak, kasus Kapolres Ngada bisa merembet menjadi skandal besar di tubuh Polri.

7. Ancaman Sanksi Berat Menanti AKBP FWK


Apabila hasil pemeriksaan Propam Mabes Polri menunjukkan AKBP FWK benar melakukan pelanggaran berat, sanksi tegas sudah menanti. Sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri, pelanggaran berat seperti penyalahgunaan narkoba dan pencabulan dapat berujung pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Update, 3 Polisi Gugur...
Update, 3 Polisi Gugur saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Dari Satlantas Manado...
Dari Satlantas Manado ke Propam, Karier Moncer Polwan Iptu Priscilla Tissy Atotoy
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Berhasil Bendung Peredaran Tramadol di Jakpus
Polisi Buru Pemilik...
Polisi Buru Pemilik New Zone Medan sekaligus Diduga Bandar Narkoba
Polri Bakal Periksa...
Polri Bakal Periksa Kementerian ESDM Terkait Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU
Kapoksi Komisi III Fraksi...
Kapoksi Komisi III Fraksi Gerindra Apresiasi BNN Bongkar 3,37 Ton Ganja Asal Thailand
Kasus Dugaan Korupsi...
Kasus Dugaan Korupsi BP2TD Mempawah Dilimpahkan ke Polri, CBA: Percepat Penanganan
Rekomendasi
Kontroversi VAR di Balik...
Kontroversi VAR di Balik Lolosnya Argentina ke Perempat Final
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Berita Terkini
Oknum Polisi yang Siksa...
Oknum Polisi yang Siksa Istri Siri Pernah Disidang Etik
Bocah Perempuan di Bekasi...
Bocah Perempuan di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar, Polisi Sita Proyektil
Aiptu N yang Siksa Istri...
Aiptu N yang Siksa Istri Siri Ternyata Positif Konsumsi Sabu
Fenomena Super New Moon,...
Fenomena Super New Moon, BMKG: Waspadai Banjir Rob pada Hari Ini hingga 22 Juli 2026
Mendagri Beri Apresiasi...
Mendagri Beri Apresiasi pada Warga, Jembatan Enang-Enang Akan Diperkuat
Petugas Bea Cukai Pekanbaru...
Petugas Bea Cukai Pekanbaru Gugur saat Jalankan Tugas Pengawasan di Perairan Siak
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved