Fakta-Fakta 2 Pendaki Gunung Meninggal di Puncak Carstensz Pyramid Papua

Minggu, 02 Maret 2025 - 16:19 WIB
loading...
Fakta-Fakta 2 Pendaki...
Dua pendaki gunung meninggal dunia usai mencapai Puncak Carstensz Pyramid di Mimika Papua Tengah yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia, Sabtu (1/3/2025). Foto/Instagram @tropik_adventure
A A A
JAKARTA - Dua pendaki gunung meninggal dunia usai mencapai Puncak Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya di Mimika, Papua Tengah yang merupakan gunung tertinggi di Indonesia pada Sabtu (1/3/2025).

Dua pendaki yang meninggal yakni Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono. Kabar meninggalnya kedua pendaki diperoleh dari akun Instagram @tropik_adventure yang mengunggah kabar duka disertai foto keduanya.

Baca juga: 2 Pendaki Perempuan Tewas di Puncak Carstensz Pyramid Papua

Dalam unggahannya tertulis bahwa PT Tropis Cartenz Jaya selaku operator turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Saudari Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono pada 1 maret 2025 dalam perjalanan turun dari Puncak Carstensz Pyramid menuju Base Camp Lembah Kuning.

"Kedua wanita hebat ini merupakan klien dari agen operator Indonesian Expeditions, telah berhasil mencapai puncak setinggi 4.884 mdpl pada 28 Februari 2025," tulis tropik_adventure.

"Semoga keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kepergian ini," lanjutnya. Kabar yang beredar, kedua pendaki meninggal usai mengalami hipotermia.



Dalam rombongan pendakian, ternyata ada tiga pendaki lain yang ikut terjebak cuaca ekstrem namun selamat. Beredar informasi ketiga pendaki yang selamat yaitu Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni.

Baca juga: 11 Pendaki Ditemukan Tewas di Puncak Gunung Marapi yang Meletus

Salah seorang pendaki selamat di pendakian ke Puncak Carstensz Pyramid, Indira Alaika menjelaskan kronologi lengkap kejadian tewasnya dua pendaki dalam rombongannya, yaitu Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono. Indira Alaika menjelaskan dalam unggahannya di Instagram @indiraalaika.

Indira mengungkapkan bahwa perjalanan pendakian Puncak Carstensz kali ini diikuti oleh 5 pendaki warga negara Indonesia (WNI). Tiga orang selamat dan dua meninggal dunia.

Keduanya wafat akibat cuaca yang sangat buruk, hujan salju, hujan deras, dan angin kencang sehingga menyebabkan hypotermia.

Dua pendaki yang wafat yaitu Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono. Terakhir ada di Teras 2 pada saat perjalanan turun dari Puncak Carstensz akibat cuaca yang sangat buruk, sehingga menyebabkan hipotermia.

Tiga pendaki yang selamat terjebak dan terpaksa bermalam di area Summit Ridge dekat puncak hingga besoknya tim rescue datang. Tiga orang yang selamat adalah Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni.

Kronologi 2 Pendaki Tewas di Puncak Carstensz Pyramid

1. Rombongan berangkat dari Bandara Moses Kilangin Timika menuju basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid menggunakan helikopter.

Setelah sampai di basecamp Yellow Valley Carstensz Pyramid, rombongan melakukan aklimatisasi selama 2 hari.

2. Rombongan melaksanakan kegiatan aklimatisasi dan latihan teknis hingga Teras 1 (teknik ascending dan descending).

3. Rombongan pendaki yang berjumlah 20 orang berangkat untuk melakukan summit dari basecamp Yellow Valley menuju Puncak Carstensz pukul 04.00 WIT (5 orang guide, 7 WNI pendaki, 6 WNA pendaki, dan 2 pendaki Taman Nasional Lorentz).

4. Tim BC melakukan briefing untuk mengupayakan pertolongan terhadap korban dan sekitar pukul 20.45 WIT Nurhuda (Guide WNI) tiba di basecamp sendirian dengan gejala hipotermia. Selanjutnya meminta bantuan kepada Tim BC dan istirahat sebentar untuk kemudian naik membantu pendaki yang ada di atas.

5. Yustinus Sondegau (Guide lokal) berusaha naik untuk mencapai titik lokasi survivor yang berada di summit ridge korban atas nama Indira, Alvin Reggy, dan Saroni, dengan membawa bantuan emergency (sleeping bag), flysheet, air panas, dan radio.

Tetapi upaya tersebut terhenti di teras besar karena cuaca semakin memburuk dan pada perjalanan turun, Yustinus bertemu dengan Luddy dan mendampingi Luddy hingga ke basecamp. Seluruh peralatan yang dibawa ditinggal di teras besar.

6. Guide Nepal Dawa Gyalje Sherpa naik untuk memberikan pertolongan, tetapi terhenti di teras dua untuk memberikan pertolongan terhadap kedua korban, Lilie Wijayati dan Elsa Laksono yang kemudian meninggal dunia.

7. Poxy (guide lokal) dan Damar (Guide) kembali mencoba naik ke teras dua untuk memberikan bantuan kepada korban, menghubungi basecamp dan melaporkan sudah memberikan pertolongan kepada kedua korban, namun korban Lilie dan Elsa dinyatakan meninggal dunia.

8. Octerus (Guide) yang berkomunikasi dengan Poxy dan Dawa menginformasikan dari basecamp bahwa dua pendaki WNI atas nama Lilie Wijayati Poegiono dan Elsa Laksono yang berada di Teras Dua telah meninggal dunia.

9. Huda (Guide) naik untuk mencoba menolong Indira, Alvin, dan Saroni yang berada di summit ridge.

10. Huda mengabarkan bahwa mereka tiba di basecamp dan tidak sanggup lagi meneruskan ke titik posisi Indira, Alvin, dan Saroni. (Barang untuk melaksanakan emergency sudah disimpan di bawah summit ridge).

11. Dibagi dua tim penyelamat, tim 1 terdiri atas tiga guide Internasional. Garret Madison, Tashi Sherpa, dan Ben Jones kembali mendaki untuk menyelamatkan Indira, Alvin, dan Saroni di Summit Ridge, dan tim 2 yaitu Dokter Adnan dan Meidi bergerak menuju korban di teras dua.

12. Tashi, Garret, dan Ben bertemu dengan tiga pendaki (Indira, Alvin, dan Saroni), menginformasikan ke basecamp bahwa semuanya masih hidup dan dalam kondisi kritis. Tim rescue memberikan pertolongan pertama dan menormalisasi dengan mengganti pakaian, memberikan isotonik, makanan, obat-obatan.

13. Tim rescue dan survivor melakukan perjalanan turun ke basecamp Yellow Valley.

14. Tim rescue dan survivor dari Summit Ridge tiba di basecamp Yellow Valley.

Demikian kronologi meninggalnya dua pendaki di Puncak Carstensz Pyramid, Papua.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
Berita Terkini
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved