Pengusaha Wisata Bandung Tolak Rencana Bandara Husein Jadi Domestik
Jum'at, 04 September 2020 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagai pedagang dan Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, saya sangat menyesalkan. Jangan sampai terjadilah penutupan penerbangan internasional dari dan ke Bandung. Kota Bandung ini kan tidak punya sawah, hutan, laut, jadi mengandalkan jasa," kata Iwan.
Menurut Iwan, wisatawan asing yang datang ke Kota Bandung itu didominasi warga Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam dengan penerbangan langsung ke Bandara Husein Sastranegara. Mereka umumnya belanja pakaian dan mengunjungi objek wisata alam.
"Kalau Bandara Husein jadi domestik, otomatis tidak akan ada penerbangan ke Bandung dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Artinya, wisatawan ke Bandung untuk belanja dan wisata bakal berkurang. Akan berdampak bukan ke Pasar Baru saja, tapi ke dunia pariwisata di Bandung Raya. Wisatawan yang biasanya belanja ke Pasar Baru, bakal pindah ke Tanah Abang, Jakarta atau Medan," tutur Iwan.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kunjungan wisatawan asing ke Jabar pada semester I 2020 atau Januari-Juni hanya mencapai 30.230 orang atau menurun sebanyak 75.849 orang pada periode sama tahun lalu, 2019. Penurunan itu imbas pandemi COVID-19.
"Kami menolak jika Bandara Husein Sastranegara hanya jadi bandara domestik saja karena itu akan merugikan pelaku usaha wisata di Kota Bandung," tegas Iwan.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat dimintai tanggapan soal Bandara Husein Sastranegara hanya melayani domestik, mengaku belum tahu. Pemprov Jabar sedang fokus menanggulangi pandemi COVID-19. "Soal itu, saya kira kami akan ikuti rencana pemerintah pusat saja dulu," kata Kang Emil di Mapolda Jabar, Kamis (3/9/2020).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Heri Antasari mengatakan, wacana mengurangi jumlah bandara internasional di Indonesia ini sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo pada 6 Agustus 2020 saat memberikan arahan dalam rapat terbatas kepada Kemenhub.
Presiden Jokowi melihat Indonesia memiliki terlalu banyak bandara internasional yang berjumlah 30 unit. Karena itu, Presiden Jokowi mengarahkan agar jumlah itu dipertimbangkan kembali agar tercipta efisiensi di sektor penerbangan.
Menurut Iwan, wisatawan asing yang datang ke Kota Bandung itu didominasi warga Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam dengan penerbangan langsung ke Bandara Husein Sastranegara. Mereka umumnya belanja pakaian dan mengunjungi objek wisata alam.
"Kalau Bandara Husein jadi domestik, otomatis tidak akan ada penerbangan ke Bandung dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Artinya, wisatawan ke Bandung untuk belanja dan wisata bakal berkurang. Akan berdampak bukan ke Pasar Baru saja, tapi ke dunia pariwisata di Bandung Raya. Wisatawan yang biasanya belanja ke Pasar Baru, bakal pindah ke Tanah Abang, Jakarta atau Medan," tutur Iwan.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kunjungan wisatawan asing ke Jabar pada semester I 2020 atau Januari-Juni hanya mencapai 30.230 orang atau menurun sebanyak 75.849 orang pada periode sama tahun lalu, 2019. Penurunan itu imbas pandemi COVID-19.
"Kami menolak jika Bandara Husein Sastranegara hanya jadi bandara domestik saja karena itu akan merugikan pelaku usaha wisata di Kota Bandung," tegas Iwan.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat dimintai tanggapan soal Bandara Husein Sastranegara hanya melayani domestik, mengaku belum tahu. Pemprov Jabar sedang fokus menanggulangi pandemi COVID-19. "Soal itu, saya kira kami akan ikuti rencana pemerintah pusat saja dulu," kata Kang Emil di Mapolda Jabar, Kamis (3/9/2020).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Heri Antasari mengatakan, wacana mengurangi jumlah bandara internasional di Indonesia ini sebelumnya disampaikan Presiden Joko Widodo pada 6 Agustus 2020 saat memberikan arahan dalam rapat terbatas kepada Kemenhub.
Presiden Jokowi melihat Indonesia memiliki terlalu banyak bandara internasional yang berjumlah 30 unit. Karena itu, Presiden Jokowi mengarahkan agar jumlah itu dipertimbangkan kembali agar tercipta efisiensi di sektor penerbangan.
(awd)
Lihat Juga :