Positif Covid-19 Terus Bertambah, Pemkot Bogor Butuh Relawan Satgas
Kamis, 03 September 2020 - 22:31 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika di Dewan ada hasil survei yang mengatakan bahwa warga Kota Bogor yang percaya adanya Covid-19 hanya 15 persen, selebihnya ragu-ragu dan tidak percaya. Ini tantangan terbesar kita untuk terus mengedukasi dan meyakinkan masyarakat Kota Bogor, karena itu perlu adanya penguatan dari lingkup terkecil dengan modal sosial yang dimiliki setiap wilayah,” katanya.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachimm menyebutkan, Pemkot membutuhkan tenaga relawan Satgas untuk efektivitas pelaksanaan PSBMK. (Baca juga: Nekat Buka di Atas Pukul 18.00 WIB, 9 Tempat Usaha di Bogor Didenda)
"Jadi, di satuan tugas entitas tersebut harus ada seorang penanggung jawab yang betul-betul memahami apabila ada hal kedaruratan, upaya pencegahan, tindakan antisipasi dan sebagainya terkait suatu kejadian," katanya.
Tak hanya relawan tetapi betul-betul orang yang bertanggung jawab di entitas atau lingkungan kecil (mikro) sehingga penanganan atau pencegahan kasus covid-19 bisa lebih efektif.
"Sebab, pada kenyataannya kasus penyebaran dan penularan Covid-19 terjadi juga di lingkungan perkantoran, keramaian atau kerumunan," pungkas Wakil Wali Kota Bogor itu.
Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachimm menyebutkan, Pemkot membutuhkan tenaga relawan Satgas untuk efektivitas pelaksanaan PSBMK. (Baca juga: Nekat Buka di Atas Pukul 18.00 WIB, 9 Tempat Usaha di Bogor Didenda)
"Jadi, di satuan tugas entitas tersebut harus ada seorang penanggung jawab yang betul-betul memahami apabila ada hal kedaruratan, upaya pencegahan, tindakan antisipasi dan sebagainya terkait suatu kejadian," katanya.
Tak hanya relawan tetapi betul-betul orang yang bertanggung jawab di entitas atau lingkungan kecil (mikro) sehingga penanganan atau pencegahan kasus covid-19 bisa lebih efektif.
"Sebab, pada kenyataannya kasus penyebaran dan penularan Covid-19 terjadi juga di lingkungan perkantoran, keramaian atau kerumunan," pungkas Wakil Wali Kota Bogor itu.
(thm)
Lihat Juga :