Kisah Kegagalan SBY Bertempur di Timor Timur, Alasannya Kulitnya Terlalu Bersih
Minggu, 23 Februari 2025 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Duka Kopassus, 2 Prajurit Terbaiknya Prada Heroik dan Pratu Hartono Gugur di Medan Operasi
Untuk mengetahui kemampuan kepemimpinan SBY, Wismoyo kemudian menunda keberangkatan SBY dan pasukannya ke Timor Timur. SBY kemudian diminta melatih para Bintara di Kodam Udayana. Hal itu tentu membuat SBY terkejut karena tugas itu diberikan sangat mendadak.
![Kisah Kegagalan SBY Bertempur di Timor Timur, Alasannya Kulitnya Terlalu Bersih]()
Apalagi menantu dari Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo ini sudah diperintahkan harus segera ke Dili, Timor Timur.
Tanpa bisa menolak, SBY kemudian memenuhi tugas dadakan tersebut dengan baik. Dua minggu kemudian, akhirnya kabar menggembirakan itu datang. SBY diperintahkan segera terbang ke Dili untuk memperkuat dan membantu TNI dalam operasi di Timor Timur. Wismoyo melihat SBY pantas memimpin batalyon di medan tempur menumpas kelompok bersenjata Fretilin.
SBY mengakui selama meniti kariernya di militer, dirinya tiga kali bertugas di Timor Timur pertama pada 1976-1977, kedua 1979-1980 dan ketiga 1986-1988.
”Saya pernah bertempur di Timor Timur. Tugas negara itu saya emban ketika saya masih berpangkat Letnan, Kapten dan Mayor. Dengan jabatan Komandan Peleton, Komandan Kompi dan Komandan Batalyon,” tulis SBY di akun Instagram @sbyudhoyonoachvs.
Dalam tulisannya, SBY menceritakan momen yang tidak dapat dilupakan saat bertugas di Timor-Timur. “Saat itu Subuh di tahun 1976, Batalyon Infanteri Lintas Udara 305 sedang melaksanakan pertempuran di bagian barat Timor Timur. Kompi A dipimpin Kapten Agus Widjojo berada di depan, waktu itu peleton saya beserta peleton Lettu Endiarto Sutarto mendapat utgas bergerak paling depan.
Untuk mengetahui kemampuan kepemimpinan SBY, Wismoyo kemudian menunda keberangkatan SBY dan pasukannya ke Timor Timur. SBY kemudian diminta melatih para Bintara di Kodam Udayana. Hal itu tentu membuat SBY terkejut karena tugas itu diberikan sangat mendadak.

Apalagi menantu dari Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Inf. Sarwo Edhie Wibowo ini sudah diperintahkan harus segera ke Dili, Timor Timur.
Tanpa bisa menolak, SBY kemudian memenuhi tugas dadakan tersebut dengan baik. Dua minggu kemudian, akhirnya kabar menggembirakan itu datang. SBY diperintahkan segera terbang ke Dili untuk memperkuat dan membantu TNI dalam operasi di Timor Timur. Wismoyo melihat SBY pantas memimpin batalyon di medan tempur menumpas kelompok bersenjata Fretilin.
SBY mengakui selama meniti kariernya di militer, dirinya tiga kali bertugas di Timor Timur pertama pada 1976-1977, kedua 1979-1980 dan ketiga 1986-1988.
”Saya pernah bertempur di Timor Timur. Tugas negara itu saya emban ketika saya masih berpangkat Letnan, Kapten dan Mayor. Dengan jabatan Komandan Peleton, Komandan Kompi dan Komandan Batalyon,” tulis SBY di akun Instagram @sbyudhoyonoachvs.
Dalam tulisannya, SBY menceritakan momen yang tidak dapat dilupakan saat bertugas di Timor-Timur. “Saat itu Subuh di tahun 1976, Batalyon Infanteri Lintas Udara 305 sedang melaksanakan pertempuran di bagian barat Timor Timur. Kompi A dipimpin Kapten Agus Widjojo berada di depan, waktu itu peleton saya beserta peleton Lettu Endiarto Sutarto mendapat utgas bergerak paling depan.
Lihat Juga :