Ra Tanca Satu-satunya Dharmaputra yang Selamat Setelah Mengkhianati Majapahit

Minggu, 16 Februari 2025 - 10:08 WIB
loading...
A A A
Ketika Jayanegara naik takhta, ia melarang saudari tirinya, Tribuwanatunggadewi dan Radjadewi Maharadjasa, untuk menikah, diduga agar tidak ada pesaing terhadap kedudukannya.

Pasukan Dharmaputra Berbalik Menikam


Untuk mengamankan posisinya, Jayanegara membentuk pasukan khusus bernama Dharmaputra yang terdiri dari tujuh senopati pilihan: Ra Tanca, Ra Kuti, Ra Semi, Ra Pangsa, Ra Wedeng, Ra Juju, dan Ra Banyak. Mereka mendapat status istimewa dan disebut sebagai abdi dalem wineh suka, namun akhirnya justru berbalik melawan Jayanegara.

Pemberontakan besar terjadi ketika Ra Kuti memimpin kudeta yang nyaris merenggut nyawa Jayanegara. Dalam serangan mendadak, Raja Majapahit terpaksa melarikan diri ke Bedander, dikawal oleh 15 Bhayangkara di bawah komando Gajah Mada.

Sementara itu, Gajah Mada diam-diam kembali ke ibu kota, menyusun strategi, dan akhirnya berhasil merebut kembali tahta untuk Jayanegara dengan menumpas pemberontak. Semua pemberontak tewas—kecuali Ra Tanca.

Di istana Majapahit, Ra Tanca yang memiliki keahlian obat-obatan (Tabib) mampu bertahan dalam waktu lama.

"Pemberontakan Kuti dan peristiwa Tanca yang mengakibatkan wafatnya Raja Jayanegara berjarak sembilan tahun," tulis Slamet Muljana dalam "Menuju Puncak Kemegahan, Sejarah Kerajaan Majapahit".

Ra Tanca, seorang tabib istana, kembali mengabdi setelah pemberontakan Ra Kuti. Namun, dendam lama terhadap Jayanegara masih membara. Puncaknya terjadi saat penyakit bisul raja kambuh.

Ketika dipanggil untuk melakukan operasi, Ra Tanca melihat kesempatan. Pada pembedahan ketiga, ia tidak hanya mengiris bisul sang raja tetapi juga menikamkan belati ke tubuhnya. Jayanegara tewas seketika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
28 Tahun Reformasi:...
28 Tahun Reformasi: Pengkhianatan dan Kakistokrasi
Urgensi Indonesia Maritime...
Urgensi Indonesia Maritime Policy
Rekomendasi
Kasus Penyekapan di...
Kasus Penyekapan di Bandung, Pakar IPB Jelaskan Coercive Control dan Dampaknya pada Korban
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Setiap Insan Bhayangkara
Jokowi dan JK Hadiri...
Jokowi dan JK Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas
Berita Terkini
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved