Kisah Sosrodilogo, Ipar Pangeran Diponegoro Jago Strategi Perang Hutan Melawan Belanda
Sabtu, 08 Februari 2025 - 08:13 WIB
loading...
A
A
A
Ketika itu, dia menjadi buronan di Madiun maupun Bojonegoro. Hal inilah yang membuatnya terus bergerilya di hutan jati Pegunungan Kendeng.
Meskipun tentara Belanda dan barisan para bupati terus mencarinya, dia selalu lolos dan berhasil melarikan diri. Dia berhasil lolos melalui Caruban, Tunglur, dan Berbek, yang kini masuk wilayah Nganjuk.
Dikutip dari buku "Antara Lawu dan Wilis : Arkeologis, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 - 38", konon wilayah pelariannya juga berada di Pegunungan Wilis, Desa Cermo, Kecamatan Kare, kemudian berlanjut ke kawasan Pegunungan Ngebel yang masuk wilayah Ponorogo berlanjut ke Pacitan.
Bahkan, Sosrodilogo beberapa kali bergabung kembali ke markas Pangeran Diponegoro di Kulon Progo untuk menghimpun kekuatan pasukan dan melaporkan keadaan di Madiun ketika masa Perang Jawa melawan Belanda.
Kegesitannya dalam melarikan diri tak lepas dari bantuan Bupati Berbek Raden Tumenggung Sosrokusumo dan Patih Madiun Raden Ngabehi Sosrodirjo. Kebetulan sang penguasa wilayah itu memang cukup pro perjuangan Pangeran Diponegoro dan kontra terhadap kebijakan Belanda.
Meskipun tentara Belanda dan barisan para bupati terus mencarinya, dia selalu lolos dan berhasil melarikan diri. Dia berhasil lolos melalui Caruban, Tunglur, dan Berbek, yang kini masuk wilayah Nganjuk.
Dikutip dari buku "Antara Lawu dan Wilis : Arkeologis, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 - 38", konon wilayah pelariannya juga berada di Pegunungan Wilis, Desa Cermo, Kecamatan Kare, kemudian berlanjut ke kawasan Pegunungan Ngebel yang masuk wilayah Ponorogo berlanjut ke Pacitan.
Bahkan, Sosrodilogo beberapa kali bergabung kembali ke markas Pangeran Diponegoro di Kulon Progo untuk menghimpun kekuatan pasukan dan melaporkan keadaan di Madiun ketika masa Perang Jawa melawan Belanda.
Kegesitannya dalam melarikan diri tak lepas dari bantuan Bupati Berbek Raden Tumenggung Sosrokusumo dan Patih Madiun Raden Ngabehi Sosrodirjo. Kebetulan sang penguasa wilayah itu memang cukup pro perjuangan Pangeran Diponegoro dan kontra terhadap kebijakan Belanda.
(jon)
Lihat Juga :