Mengenal Desa Selarong Markas Pasukan Pangeran Diponegoro yang Bikin Belanda Kewalahan
Minggu, 02 Februari 2025 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Sang pangeran dan pengikutnya telah mengetahui kedatangan pasukan tersebut mengundurkan diri ke suatu desa yang telah dipersiapkan sebagai markas komando di Desa Selarong, sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV: Kemunculan Penjajahan di Indonesia". Perang awal di Tegalrejo, kawasan kediaman Pangeran Diponegoro berlanjut ke Selarong.
Desa Selarong adalah satu desa strategis yang berada di kaki bukit kapur, yang berjarak lebih kurang sembilan kilometer dari Yogyakarta. Pangeran Diponegoro telah lama dan secara diam-diam dipersiapkan sebagai markas komando. Sungai Bedog, anak Sungai Progo, membelah desa menjadi Selarong Barat dan Selarong Timur yang sulit dijangkau oleh lawan.
Baca juga: Serangan Mertua Pangeran Diponegoro Bikin Sultan Yogyakarta Pusing hingga Minta Bantuan Belanda
Pada 28 Juli 1825 bersama Diponegoro telah berkumpul beberapa orang bangsawan, yaitu Pangeran Mangkubumi, Pangeran Adinegoro, Pangeran Panular, Adiwinoto, Suryodipuro, Blitar, Kiai Mojo, Pangeran Ronggo, Ngabehi Mangunharjo, dan Pangeran Surenglogo.
Pertama kali dilakukan Diponegoro adalah memerintahkan Joyomenggolo, Bahuyuda, dan Hanggowikromo, untuk memobilisasi orang desa di sekitar Selarong agar siap melakukan perang. Selanjutnya, Diponegoro menyusun rencana strategis dan langkah-langkah taktis. Secara garis besar, Diponegoro berencana merebut dan menguasai seluruh wilayah Kesultanan Yogyakarta, mengusir orang-orang Belanda dan China.
Desa Selarong adalah satu desa strategis yang berada di kaki bukit kapur, yang berjarak lebih kurang sembilan kilometer dari Yogyakarta. Pangeran Diponegoro telah lama dan secara diam-diam dipersiapkan sebagai markas komando. Sungai Bedog, anak Sungai Progo, membelah desa menjadi Selarong Barat dan Selarong Timur yang sulit dijangkau oleh lawan.
Baca juga: Serangan Mertua Pangeran Diponegoro Bikin Sultan Yogyakarta Pusing hingga Minta Bantuan Belanda
Pada 28 Juli 1825 bersama Diponegoro telah berkumpul beberapa orang bangsawan, yaitu Pangeran Mangkubumi, Pangeran Adinegoro, Pangeran Panular, Adiwinoto, Suryodipuro, Blitar, Kiai Mojo, Pangeran Ronggo, Ngabehi Mangunharjo, dan Pangeran Surenglogo.
Pertama kali dilakukan Diponegoro adalah memerintahkan Joyomenggolo, Bahuyuda, dan Hanggowikromo, untuk memobilisasi orang desa di sekitar Selarong agar siap melakukan perang. Selanjutnya, Diponegoro menyusun rencana strategis dan langkah-langkah taktis. Secara garis besar, Diponegoro berencana merebut dan menguasai seluruh wilayah Kesultanan Yogyakarta, mengusir orang-orang Belanda dan China.
(rca)
Lihat Juga :