Ratusan Ribu Prajurit dan Pasukan Gajah Jadi Armada Perang Kerajaan Pajajaran yang Ditakuti Lawan
Selasa, 28 Januari 2025 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Selain memimpin dengan keberanian raja dan kekuatan pasukan perang yang besar, Tomi Pires mencatat mengapa Kerajaan Pajajaran akhirnya muncul sebagai kerajaan yang disegani dan besar. Sri Baduga dilukiskan sebagai era kesejahteraan yang tertulis banyak di Carita Parahiyangan.
Tome Pires juga ikut mencatat kemajuan Kerajaan Pajajaran di bawah kepemimpinan Sri Baduga dengan komentar The Kingdom of Sunda is justly governed; they are honest men (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur).
Naskah yang ditemukan bernama Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh dari Ciamis yang ditulis pada abad ke-18 M menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon mengungkapkan masa pemerintahan Sri Baduga dengan masa Gamuh Pakuan (saat kemakmuran daerah Pakuan).
Tidak mengherankan akhirnya ketika Sri Baduga menjadi raja yang terkenal dan diabadikan kebesarannya oleh masyarakat Sunda di era Pajajaran. Pada Prasasti Tembaga Kebantenan disebutkan bahwa Sri Baduga atau sering terkenal Prabu Siliwangi memerintah di Susuhunan Pakuan Pajajaran selama 39 tahun yakni 1482 M hingga 1521 M.
Tokoh Sri Baduga atau Prabu Siliwangi juga dihormati sebagai sosok pemimpin ideal dan memiliki pengaruh besar di masyarakat Sunda. Selama masa hidupnya ia dihormati semua rakyatnya, diakui sebagai leluhur para manak atau bangsawan Sunda, dan dipercaya selalu mengayomi semua masyarakat tidak pandang ras, suku, budaya dan agama. Ia satu-satunya raja yang namanya hingga sekarang masih menjadi idola di masyarakat Sunda.
Tome Pires juga ikut mencatat kemajuan Kerajaan Pajajaran di bawah kepemimpinan Sri Baduga dengan komentar The Kingdom of Sunda is justly governed; they are honest men (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur).
Naskah yang ditemukan bernama Kitab Waruga Jagat dari Sumedang dan Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh dari Ciamis yang ditulis pada abad ke-18 M menggunakan bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon mengungkapkan masa pemerintahan Sri Baduga dengan masa Gamuh Pakuan (saat kemakmuran daerah Pakuan).
Tidak mengherankan akhirnya ketika Sri Baduga menjadi raja yang terkenal dan diabadikan kebesarannya oleh masyarakat Sunda di era Pajajaran. Pada Prasasti Tembaga Kebantenan disebutkan bahwa Sri Baduga atau sering terkenal Prabu Siliwangi memerintah di Susuhunan Pakuan Pajajaran selama 39 tahun yakni 1482 M hingga 1521 M.
Tokoh Sri Baduga atau Prabu Siliwangi juga dihormati sebagai sosok pemimpin ideal dan memiliki pengaruh besar di masyarakat Sunda. Selama masa hidupnya ia dihormati semua rakyatnya, diakui sebagai leluhur para manak atau bangsawan Sunda, dan dipercaya selalu mengayomi semua masyarakat tidak pandang ras, suku, budaya dan agama. Ia satu-satunya raja yang namanya hingga sekarang masih menjadi idola di masyarakat Sunda.
(rca)
Lihat Juga :