Wali Kota Bandung Oded M Danial Bilang Belum Dapat Surat Panggilan KPK

Rabu, 02 September 2020 - 16:42 WIB
loading...
Wali Kota Bandung Oded...
Wali Kota Bandung Oded M Danial. Foto/SINDOnews/Dok
A A A
BANDUNG - Meski sejumlah mantan anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus korupsi anggaran Ruang Terbuka Hijau (RTH) tahun 2012, Wali Kota Bandung Oded M Danial mengaku belum mendapat surat panggilan.

Mantan anggota DPRD Kota Bandung 2009-2014 ini juga mengaku, tidak tahu pasti, siapa saja yang telah dipanggil dan diperiksan sebagai saksi terkait kasus korupsi yang merugikan negara sekitar Rp69 miliar tersebut. (BACA JUGA: Selain Oded, KPK Juga Periksa Wabup Sumedang sebagai Saksi Kasus RTH )

"Mang Oded belum mendapatkan surat panggilan.Saya tanya ke sekpri (sekretaris pribadi) saya tanya belum. Biasanya ada (surat panggilan). Kemarin hari Senin (31/8/2020), saya dapat kabar dari Pak Ketua DPRD (Teddy Rusmawan) yang mendapatkan surat panggilan untuk menjadi saksi. Ada beberapa orang tapi tidak menyebutkan jumlahnya," kata Oded kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (2/9/2020). (BACA JUGA: Kasus Korupsi RTH, 14 Mantan Anggota DPRD Kota Bandung Diperiksa KPK )

Meski belum mendapatkan surat panggilan, Wali Kota Bandung siap datang dan menjalani pemeriksaan jika KPK membutuhkan keterangannya. "Sebagai warga yang baik dan taat, saya kira siap saja. Harus siap," tegas Oded. (BACA JUGA: Sidang Korupsi RTH Kota Bandung, Jaksa KPK Sebut Nama-nama Penerima Aliran Dana )

Oded mengemukakan, dirinya belum pernah dipanggil oleh KPK sebelumnya terkait kasus RTH. "Yang sebelumnya, juga belum pernah (diperiksa KPK)," ujar Wali Kota.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan turut diperiksa penyidik KPK berkaitan kasus korupsi RTH. Teddy dicecar pertanyaan terkait kapasitasnya sebagai anggota DPRD pada periode 2009-2014.

Teddy diperiksa bersama beberapa mantan anggota DPRD Kota Bandung lain di Gedung Satuan Sabhara, Jalan A Yani, Kota Bandung. Dia justru tak banyak ditanya detail soal penganggaran untuk RTH. Penyidik lebih menanyakan terkait kapasitasnya sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Bandung. "Ya terkait proses saja sih. Banggar (badan anggaran) saja. Nggak (sampai 20 pertanyaan)," kata Teddy usai diperiksa, Rabu (2/9/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda, makelar tanah yang juga terdakwa dalam kasus RTH. "Seingat saya, waktu itu nggak bahas sedetail itu. Tadi lebih ke proses sebagai Komisi D apa saja yang dilakukan. Saya dulu di Komisi D saya fokus di beasiswa, kesehatan, jamkesda," ujar Teddy.

Teddy mengaku, tak ingat betul proses penganggaran hingga pembelian lahan untuk RTH yang berujung pada dugaan korupsi. "Saya nggak bisa jawab karena nggak hapal, nggak inget, sudah sekian lama. Saya di komisi D fokus kesehatan pendidikan. Ini waktu lama sekali jadi nggak ingat betul prosesnya," tutur dia.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
Ribuan Bobotoh Kumpul...
Ribuan Bobotoh Kumpul di Kawasan Gedung Merdeka, Teriakan Juara Bergema
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Gubernur Sultra Gandeng...
Gubernur Sultra Gandeng KPK Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Aset Fadia Arafiq saat Jabat Bupati Pekalongan
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Rekomendasi
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Richard Lee Ajukan Penangguhan...
Richard Lee Ajukan Penangguhan Penahanan karena Sakit, Istri Jadi Jaminan
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Berita Terkini
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
Infografis
Rusia Sekarang Dapat...
Rusia Sekarang Dapat Menyerang 3 Ibu Kota Sekutu NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved