Murka Raja Singasari Kertanegara, Potong Telinga Utusan Kaisar China dan Usir Pulang

Minggu, 19 Januari 2025 - 06:15 WIB
loading...
A A A
Pasukan Khubilai Khan ini mendarat di Pulau Jawa pada 1293 Masehi. Di mana saat itu Kertanegara telah lebih dahulu mati akibat terbunuh oleh Jayakatwang dari Kediri.

Pemberontakan Kediri akhirnya menewaskan sang raja terbesar di Kerajaan Singasari Kertanegara. Kertanegara tewas di tangan sang sepupu, sekaligus ipar dan besannya sendiri. Titik kelemahan inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Kekaisaran Mongol untuk menyerang Singasari.

Tapi pengiriman pasukan Mongol ini justru membuat Khubilai Khan tertipu, karena di samping dirinya gagal memaksa Jawa tunduk kepadanya. Pasukannya justru dimanfaatkan oleh Raden Wijaya yang cerdik untuk menyerang Kediri.

Saat itu keinginan Kekaisaran Mongol untuk menaklukkan Singasari dimanfaatkan betul oleh Raden Wijaya. Oleh Raden Wijaya Khubilai Khan dihasut bahwa Singasari yang dicari Mongol telah runtuh akibat ulah Jayakatwang dari Kediri.

Maka musuh Mongol seharusnya tidak lagi Kerajaan Singasari dengan Kertanegara-nya, melainkan adalah Jayakatwang yang telah berhasil membunuh Raja Kertanegara.

Dari sanalah akhirnya terjadi tawar menawar antara Raden Wijaya dan tentara Mongol. Di hadapan tentara Mongol, Raden Wijaya berujar siap tunduk kepada Kekaisaran Mongol bila mau menaklukkan Jayakatwang terlebih dahulu.

Ketika tentara Mongol berhasil menggulingkan Jayakatwang, maka Singasari akan ia tegakkan kembali dan berada di bawah penguasaan kekuasaan Mongol. Usul Raden Wijaya pun disetujui oleh tentara Mongol. Keduanya akhirnya berkoalisi menghancurkan Kediri menyerang Jayakatwang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Rekomendasi
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved