Pangdam: Prajurit TNI Jangan Jadi Seperti Peledak Sumbu Pendek
Rabu, 02 September 2020 - 11:17 WIB
loading...
A
A
A
Pangdam kembali mengingatkan kepada prajurit TNI AD bahwa TNI dan Polri bersaudara. Begitu juga dengan pemerintah daerah (pemda), dan masyarakat umum. Sehingga, tidak boleh ada gesekan.
"Kita (prajurit TNI) harus lebih bijak menghadapi situasi jika menerima berita yang belum tentu kebenarannya sehingga jangan mudah tersulut emosi. Kejadian yang lalu di Jakarta Timur tidak boleh terjadi di Banten atau wilayah Kodam III/Siliwangi," tutur Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.
Panglima mengemukakan, para prajurit TNI harus memupuk persaudaraan dengan siapapun, terutama dengan Polri. Kemampuan bela diri dan kemiliteran TNI bisa digunakan untuk hal-hal positif.
"Pelihara dan asah terus kemampuan dengan berlatih di bidang kemiliteran dan lainnya. Namun, untuk kemampuan bela diri yang dimiliki oleh seluruh prajurit harus digunakan untuk kepentingan negara melawan musuh-musuh negara, membela kebenaran. Tidak boleh digunakan hal-hal lain. Bukan untuk melawan kawan dan saudara-saudara kita," ungkap Pangdam.
Pangdam mengatakan, jaga nama baik satuan dan orang tua. Sebab, orang tua para prajurit ini selalu mendoakan tak henti-henti demi keberhasilan anaknya. Hindari pelanggaran, berlatih, berlatih, dan selalu bersyukur serta berdoa agar terpilih untuk penugasan di luar negri. Karena, tugas di luar negri suatu kebanggaan tersendiri.
Sementara itu, hadir pula dalam acara tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Fianda. Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 320/BP Mayor TNI Inf Faurizal Noerdin dan seluruh prajurit memenuhi di jalan Mako Yonif 320/BP.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto didampingi Ketua Persit KCK PD III/Siliwangi Suci Nugroho Budi Wiryanto disambut oleh prajurit Yonif 320/Badak Putih dengan unjuk kebolehan bela diri militer.
"Kita (prajurit TNI) harus lebih bijak menghadapi situasi jika menerima berita yang belum tentu kebenarannya sehingga jangan mudah tersulut emosi. Kejadian yang lalu di Jakarta Timur tidak boleh terjadi di Banten atau wilayah Kodam III/Siliwangi," tutur Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.
Panglima mengemukakan, para prajurit TNI harus memupuk persaudaraan dengan siapapun, terutama dengan Polri. Kemampuan bela diri dan kemiliteran TNI bisa digunakan untuk hal-hal positif.
"Pelihara dan asah terus kemampuan dengan berlatih di bidang kemiliteran dan lainnya. Namun, untuk kemampuan bela diri yang dimiliki oleh seluruh prajurit harus digunakan untuk kepentingan negara melawan musuh-musuh negara, membela kebenaran. Tidak boleh digunakan hal-hal lain. Bukan untuk melawan kawan dan saudara-saudara kita," ungkap Pangdam.
Pangdam mengatakan, jaga nama baik satuan dan orang tua. Sebab, orang tua para prajurit ini selalu mendoakan tak henti-henti demi keberhasilan anaknya. Hindari pelanggaran, berlatih, berlatih, dan selalu bersyukur serta berdoa agar terpilih untuk penugasan di luar negri. Karena, tugas di luar negri suatu kebanggaan tersendiri.
Sementara itu, hadir pula dalam acara tersebut, Kapolda Banten Irjen Pol Fianda. Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 320/BP Mayor TNI Inf Faurizal Noerdin dan seluruh prajurit memenuhi di jalan Mako Yonif 320/BP.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto didampingi Ketua Persit KCK PD III/Siliwangi Suci Nugroho Budi Wiryanto disambut oleh prajurit Yonif 320/Badak Putih dengan unjuk kebolehan bela diri militer.
Lihat Juga :