Wakapolda Jateng hingga Mantan KSAD Apresiasi Peluncuran buku Buku Street Fighter
Jum'at, 10 Januari 2025 - 22:15 WIB
loading...
A
A
A
Mohsein menegaskan, acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pembukaan kantor cabang baru IMI di Semarang, sekaligus menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental dan pengelolaan emosi di era modern.
Baca juga: Singgung Tap MPRS soal Soekarno Dicabut, Megawati: Nunggu Keadilannya Lama, Setengah Abad Lebih
"Buku ini bukan hanya cerita melainkan juga filosofi yang ditanamkan dalam setiap langkah IMI. Kami ingin terus memberikan solusi, tidak hanya melalui tulisan tetapi juga melalui layanan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Mohsein menambahkan, Street Fighter adalah pengingat bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah kesuksesan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya berharap buku ini dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang merasa kehilangan arah. Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita memiliki tekad yang kuat dan mental yang tangguh," katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh, hampir 50% generasi Z di Indonesia dilaporkan menghadapi tekanan mental akibat tuntutan akademik, pekerjaan, dan media sosial. Mohsein berharap buku ini dapat menjadi inspirasi untuk membantu mereka bangkit dari tantangan dan membangun mental yang lebih kuat.
Selain pekuncuran buku, acara ini juga dirangkai dengan seminar bertajuk Anger Management 101: Kelola Amarahmu untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik.
Baca juga: Singgung Tap MPRS soal Soekarno Dicabut, Megawati: Nunggu Keadilannya Lama, Setengah Abad Lebih
"Buku ini bukan hanya cerita melainkan juga filosofi yang ditanamkan dalam setiap langkah IMI. Kami ingin terus memberikan solusi, tidak hanya melalui tulisan tetapi juga melalui layanan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Mohsein menambahkan, Street Fighter adalah pengingat bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah kesuksesan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya berharap buku ini dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang merasa kehilangan arah. Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita memiliki tekad yang kuat dan mental yang tangguh," katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh, hampir 50% generasi Z di Indonesia dilaporkan menghadapi tekanan mental akibat tuntutan akademik, pekerjaan, dan media sosial. Mohsein berharap buku ini dapat menjadi inspirasi untuk membantu mereka bangkit dari tantangan dan membangun mental yang lebih kuat.
Selain pekuncuran buku, acara ini juga dirangkai dengan seminar bertajuk Anger Management 101: Kelola Amarahmu untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik.
Lihat Juga :