Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19, Petakan Kesiapan Rumah Sakit

Rabu, 02 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
A A A
“Dari pemetaan yang dilakukan akan ketahuan apakah dengan lonjakan pasien ini rumah sakit perlu menyiapkan bed tambahan atau menambah ruang perawatan,” ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih saat dihubungi kemarin. (Baca juga: Hamas Sebut Kesepakatan UEA-Israel Memalukan)

Menurut Daeng, hal yang harus dihitung misalnya berapa pertambahan pasien reguler, berapa persen pasien yang butuh perawatan, berapa jumlah ranjang yang ada, berapa ranjang yang masih kosong, dan jika ada tambahan pasien apakah jumlah ranjang yang ada mencukupi atau tidak. Kalau hasil hitungan ternyata ranjang kurang, rumah sakit harus siapkan penambahan. Apabila dengan penambahan bed dan ruang perawatan namun masih saja tidak cukup, pemerintah daerah perlu segera menyiapkan rumah sakit rujukan tambahan. “Termasuk menyiapkan alat-alatnya, fasilitasnya, juga tenaga kesehatannya,” ujar Daeng.

Tak hanya Jakarta, kondisi rumah sakit penuh juga terjadi di Bekasi. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan, lonjakan kasus positif datang dari kluster kawasan industri selama sepekan terakhir. “Kondisi ruang isolasi sudah penuh, karena menampung kluster industri,” katanya kemarin.

Sebagai antisipasi, Kabupaten Bekasi menyiapkan dua tempat isolasi, yaitu di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Utara dan Wisma Mahasiswa President University yang memi liki 130 ranjang lebih untuk tempat isolasi pasien. Namun, pemerintah membantah anggapan bahwa rumah sakit di Indonesia penuh karena pasien Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit Covid-19 saat ini baru mencapai 42,3%. “Kapasitas ini untuk sementara dianggap cukup. Dengan demikian, tidak benar institusi yang mengatakan bahwa rumah sakit semuanya penuh. Itu semua adalah hoaks sebenarnya,” ujarnya pada sebuah diskusi virtual kemarin. (Baca juga: Begini Suasana Pembatasan Aktivitas Warga Depok)

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menjelaskan, semestinya selama 6 bulan masa pandemi alat kesehatan (alkes) yang dibutuhkan oleh rumah sakit di berbagai daerah sudah terpenuhi. Namun, dari 132 rumah sakityang disiapkan hanya sebagian saja yang alat-alat nya terpenuhi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Viral! Tantri Kotak...
Viral! Tantri Kotak Nyaris Dipeluk Penonton Pria di Atas Panggung
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
Berita Terkini
Korban Terakhir Ledakan...
Korban Terakhir Ledakan Gas di Rumah Mewah di Medan Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved