Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19, Petakan Kesiapan Rumah Sakit
Rabu, 02 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
Seorang petugas medis berjalan di lorong ruangan khusus pasien Covid-19. Foto/Koran SINDO/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Grafik pasien positif Covid-19 di Tanah Air terus menanjak. Dalam enam bulan masa pandemi kasus positif harian sudah menembus angka 3.000. Salah satu imbas dari lonjakan kasus baru adalah rumah sakit mulai kewalahan melayani pasien karena kapasitas ruang perawatan yang penuh.
Kondisi rumah sakit penuh antara lain terjadi di Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat. Informasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, bed occupancy rate(BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur pada rumah sakit di Jakarta sudah jauh melampaui levelaman. (Baca: 70 Rekannya Meninggal, Kini Para Perawat Khawatir Tertular Covid-19)
Angka keterisian pada unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit dilaporkan sudah mencapai 77%. Adapun angka keterisian ruang isolasi mencapai 69%. Ini jauh di atas batas ideal angka keterisian yakni 60%.
Ketersediaan ruang perawatan rumah sakit, khususnya rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga kemarin memang terus menipis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui laman http://eis.dinkes.jakarta. go.id hingga pukul 20.00 WIB, dari 17 RSUD di Jakarta tersisa tiga ruang ICU di tiga RSUD.
Selain itu, ruang intensive coronary care unit(ICCU) tersisa 17. Untuk ruang isolasi tersisa 138. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kondisi keterisian rumah sakit di atas 70% sudah tidak ideal sehingga pemerintah terus berupaya menurunkannya ke level yang aman.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut angka keterisian rumah sakit di atas 70% dilaporkan terjadi di banyak daerah. Menyikapi situasi tersebut, PB IDI menyarankan kepada pemerintah, khususnya pemerintah daerah, agar segera memetakan kondisi rumah sakit di daerah masing-masing.
Kondisi rumah sakit penuh antara lain terjadi di Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat. Informasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan, bed occupancy rate(BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur pada rumah sakit di Jakarta sudah jauh melampaui levelaman. (Baca: 70 Rekannya Meninggal, Kini Para Perawat Khawatir Tertular Covid-19)
Angka keterisian pada unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit dilaporkan sudah mencapai 77%. Adapun angka keterisian ruang isolasi mencapai 69%. Ini jauh di atas batas ideal angka keterisian yakni 60%.
Ketersediaan ruang perawatan rumah sakit, khususnya rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga kemarin memang terus menipis. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui laman http://eis.dinkes.jakarta. go.id hingga pukul 20.00 WIB, dari 17 RSUD di Jakarta tersisa tiga ruang ICU di tiga RSUD.
Selain itu, ruang intensive coronary care unit(ICCU) tersisa 17. Untuk ruang isolasi tersisa 138. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kondisi keterisian rumah sakit di atas 70% sudah tidak ideal sehingga pemerintah terus berupaya menurunkannya ke level yang aman.
Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut angka keterisian rumah sakit di atas 70% dilaporkan terjadi di banyak daerah. Menyikapi situasi tersebut, PB IDI menyarankan kepada pemerintah, khususnya pemerintah daerah, agar segera memetakan kondisi rumah sakit di daerah masing-masing.
Lihat Juga :