Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19, Petakan Kesiapan Rumah Sakit
Rabu, 02 September 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya, banyak rumah sakit di daerah yang langsung merujuk ke rumah sakit lain karena tidak sanggup menangani pasien Covid-19 . “Akibatnya yang penuh itu rumah sakit pusat dan provinsi,” ujarnya kemarin.
Menurut Saleh, Rumah-rumah sakit kecil di daerah masih banyak ruang rawat inap yang masih kosong. “Bahkan, ada juga di suatu daerah yang rumah sakit umumnya kalah ramai dengan rumah sakit swasta. Padahal, statusnya rumah sakit pemerintah. Jadi ini masa lahyang kompleks,” tuturnya.
Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 secara nasional kemarin ada 2.775. Berdasarkan informasi dari Satgas Penanganan Covid-19, total kasus positif menjadi 177.571, tersebar di 488 kabupaten/kota di 34 provinsi. Kemarin lagi-lagi DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak kasus baru, yakni 901. (Lihat videonya: Kericuhan Warnai Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Kesepuhan Cirebon)
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon, mengatakan, kasus baru di Ibu Kota terus naik karena Pemprov DKI belakangan ini gencar melakukan swab test. “Bisa saja kalau mau menurunkan data positif Covid-19 di Jakarta Pusat, misalnya, turunkan saja jumlah swabtest-nya,” kata Erizon kemarin. (Kiswondari/Abdullah M Surjaya)
Menurut Saleh, Rumah-rumah sakit kecil di daerah masih banyak ruang rawat inap yang masih kosong. “Bahkan, ada juga di suatu daerah yang rumah sakit umumnya kalah ramai dengan rumah sakit swasta. Padahal, statusnya rumah sakit pemerintah. Jadi ini masa lahyang kompleks,” tuturnya.
Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 secara nasional kemarin ada 2.775. Berdasarkan informasi dari Satgas Penanganan Covid-19, total kasus positif menjadi 177.571, tersebar di 488 kabupaten/kota di 34 provinsi. Kemarin lagi-lagi DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak kasus baru, yakni 901. (Lihat videonya: Kericuhan Warnai Penobatan Sultan Sepuh XV Keraton Kesepuhan Cirebon)
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon, mengatakan, kasus baru di Ibu Kota terus naik karena Pemprov DKI belakangan ini gencar melakukan swab test. “Bisa saja kalau mau menurunkan data positif Covid-19 di Jakarta Pusat, misalnya, turunkan saja jumlah swabtest-nya,” kata Erizon kemarin. (Kiswondari/Abdullah M Surjaya)
(ysw)
Lihat Juga :