Kisah Jaka Tingkir Lumpuhkan Banteng dengan Tusuk Konde dan Bunuh Kerbau Gila Pakai Jimat Sakti

Rabu, 01 Januari 2025 - 11:39 WIB
loading...
Kisah Jaka Tingkir Lumpuhkan...
Jaka Tingkir atau penguasa Kerajaan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya memiliki kesaktian yang luar biasa. Ilmu kanuragan yang dimiliki mampu melumpuhkan banteng hanya dengan tusuk konde. Foto: Ist
A A A
JAKATingkir atau penguasa Kerajaan Pajang bergelar Sultan Hadiwijaya memiliki kesaktian yang luar biasa. Ilmu kanuragan yang dimiliki mampu melumpuhkan banteng hanya dengan tusuk konde.

Tak hanya itu, kerbau pun dibunuhnya dengan mengeluarkan jimat sakti yang dimasukkan ke mulut kerbau.

Baca juga: Legenda Jimat Kiai Bajulgiling, Pusaka Jaka Tingkir dari Magma Gunung Merapi

Kesaktian putra Kebo Kenanga alias Andayaningrat kelahiran Pengging ini berawal dari proses pembelajaran pada Kiai Ageng Sela. Selanjutnya, dia berguru dengan tokoh keramat Mataram, Sunan Kalijaga yang menasihatinya agar bekerja pada Sultan Demak.

Jaka Tingkir pun patuh mengikuti nasihat Sunan Kalijaga. Dalam buku "Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung" karya De Graaf disebutkan bagaimana akhirnya Jaka Tingkir muda melamar sebagai tamtama, pengawal pribadi di Kerajaan Demak.

Keberhasilannya melompati kolam masjid dengan lompatan ke belakang membuat Jaka Tingkir diterima sebagai tamtama. Hal ini dilakukannya tanpa sengaja, karena tiba-tiba dia harus menghindari Sultan dan para pengiringnya.

Ilmu kanugaran dan fisiknya yang mumpuni itulah yang memperlihatkan bahwa dialah orang tepat. Kemudian, Jaka Tingkir dijadikan kepala satuan pengawal pribadi.

Beberapa waktu kemudian satuan ini perlu diperbesar. Jaka Tingkir pun kembali diuji yaitu menghancurkan kepala banteng dengan tangan telanjang. Tantangan uji kekebalan itu disetujui Jaka Tingkir.

Dia hanya memerlukan tusuk konde saja untuk menghancurkan kepala banteng. Benar saja, cukup dengan tusuk konde membuat Jaka Tingkir mampu menembus jantung kerbau.

Saking hebatnya Jaka Tingkir malah mengakibatkan dia dipecat dan dibuang. Kepergian Jaka Tingkir dari Demak menimbulkan rasa sedih yang mendalam bagi kawan-kawannya.

Dengan rasa putus asa Jaka Tingkir berniat ingin mati saja. Pada perjalanan di tengah keputusasaan Jaka Tingkir bertemu dua pertapa yakni Kiai Ageng Butuh dan Ki Ageng Ngerang.

Keduanya tidak hanya memberi pelajaran, tetapi juga memberi semangat kepadanya. Ketika Jaka Tingkir berziarah pada malam hari di makam ayahnya di Pengging terdengarlah suara yang menyuruhnya pergi ke tokoh-tokoh keramat lain seperti Kiai Buyut dari Banyubiru yang selanjutnya menjadi gurunya.

Kedua kiai ini memberikan kepadanya jimat agar ia mendapat perkenan kembali dari Sultan Demak. Perjalanan Jaka Tingkir kembali ke Demak dilakukannya menyusuri sungai dengan rakit yang didorong 40 buaya.

Setibanya kembali di Demak, Jaka Tingkir menerapkan jimat yang dipelajarinya. Alhasil kerbau liar dibuatnya menjadi gila.

Sehingga, selama 3 hari para tamtama yang berusaha menghancurkan kepala kerbau gila dibuat malu dan terpaksa mengaku kalah.

Hanya Jaka Tingkir yang berhasil membunuh kerbau. Dia hanya mengeluarkan jimat yang telah dimasukkan ke mulut kerbau. Setelah itu, Jaka Tingkir mendapatkan kembali kedudukannya di Kerajaan Demak.

Berkat jabatan dan kehebatannya, Jaka Tingkir menikahi putri kelima Raja, kemudian menjadi Bupati Pajang dengan daerah seluas 4.000 bau.

Tiap tahun dia harus menghadap ke Demak dan kekuasaannya di Pajang berkembang cukup baik. Di sana dia membangun sebuah istana.

Itulah pengalaman Jaka Tingkir sebelum Sultan Trenggana wafat pada tahun 1546 sebagaimana dikisahkan Babad Tanah Djawi.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Tanggul Grobogan dan...
Tanggul Grobogan dan Demak Jebol, Banjir Kepung Jawa Tengah
Prabowo Jadi Inspektur...
Prabowo Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025
SIG Pasok 22.184 Ton...
SIG Pasok 22.184 Ton Semen Dukung Pembangunan Tol Semarang-Demak
Rekomendasi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Berita Terkini
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved