Bus Trans Jateng Solo-Sangiran Mulai Dioperasikan
Selasa, 01 September 2020 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Pihaknya juga berupaya memfasilitasi penempatannya di terminal, shelter, dan rute jalan. “Misi kami adalah seluruh transportasi nyambung ke terminal, termasuk BST, Trans Jateng, dan feeder," kata dia.
Koordinator Layanan Trans Jateng Koridor Solo-Sumberlawang, Rahmat Endratmoko, mengatakan, saat hari peluncuran bus beroperasi mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Setelah itu, beroperasi mulai pukul 05.00-18.00 WIB.
Beberapa titik pemberhentian Trans Jateng dari Terminal Tirtonadi yaitu di SMK Muhammadiyah Gondangrejo, MAN 3 Sragen, Kecamatan Kalijambe, SMKN 1 Kalijambe, Sangiran, Puskesmas Kalijambe, SMPN 1 Gemolong, SMAN 1 Sumberlawang, SMPN 1 Sumberlawang, dan berakhir di Terminal Sumberlawang. Sebagai bagian dari sosialisasi ke masyarakat, mulai 1-9 September 2020 bus dioperasikan secara gratis untuk masyarakat. Setelah beroperasi normal, tarif mulai dikenakan.
Yakni harga tiket bagi pelajar, veteran, dan buruh sebesar Rp2.000 per penumpang. Sedangkan untuk umum tiketnya Rp4.000 per penumpang. “Untuk interval waktunya 20 menit sekali," jelas Rahmat Endratmoko.
Pihaknya berharap keberadaan armada dapat membuat masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke umum. Dengan demikian, bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. “Selain itu tentu juga mengangkat potensi wisata di Sangiran,” ujar dia.
Koordinator Layanan Trans Jateng Koridor Solo-Sumberlawang, Rahmat Endratmoko, mengatakan, saat hari peluncuran bus beroperasi mulai pukul 10.00-16.00 WIB. Setelah itu, beroperasi mulai pukul 05.00-18.00 WIB.
Beberapa titik pemberhentian Trans Jateng dari Terminal Tirtonadi yaitu di SMK Muhammadiyah Gondangrejo, MAN 3 Sragen, Kecamatan Kalijambe, SMKN 1 Kalijambe, Sangiran, Puskesmas Kalijambe, SMPN 1 Gemolong, SMAN 1 Sumberlawang, SMPN 1 Sumberlawang, dan berakhir di Terminal Sumberlawang. Sebagai bagian dari sosialisasi ke masyarakat, mulai 1-9 September 2020 bus dioperasikan secara gratis untuk masyarakat. Setelah beroperasi normal, tarif mulai dikenakan.
Yakni harga tiket bagi pelajar, veteran, dan buruh sebesar Rp2.000 per penumpang. Sedangkan untuk umum tiketnya Rp4.000 per penumpang. “Untuk interval waktunya 20 menit sekali," jelas Rahmat Endratmoko.
Pihaknya berharap keberadaan armada dapat membuat masyarakat beralih dari transportasi pribadi ke umum. Dengan demikian, bisa mengurangi kepadatan lalu lintas. “Selain itu tentu juga mengangkat potensi wisata di Sangiran,” ujar dia.
(nth)
Lihat Juga :