Penganiayaan Anak di Boyolali, Prof Henry: Masih Bocah, Tak Pantas Dianiaya
Senin, 23 Desember 2024 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
"Sekalipun anak KM diduga telah mencuri barang-barang warga, tapi tindakan warga dengan cara barbar justru bertentangan dengan hukum dan perundang-undangan," ujarHenry, Senin (23/12/2024).
Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Depok, Polisi Tangkap MI
Dia menuturkan bahwa masyarakat memiliki kearifan lokal untuk mengatasi konflik semacam itu.
"Jika masih bocah, harus dibedakan antara kenakalan dan kejahatan. Dulu, ketika ada anak mencuri mangga tetangga, maka sanksi yang diberikan adalah pemilik mangga akan menemui orang tuanya dan menceritakan yang terjadi. Kemudian si anak akan dipanggil dan diberi hadiah mangga," ungkapnya.
Hal ini, lanjut Prof Henry, berguna selain sebagai sindiran, juga punya pesan moral bahwa semua hal bisa dibicarakan baik-baik. Terlebih usia anak masih dalam perlindungan hukum negara.
Ia menjelaskan, dalam khasanah budaya Jawa dikenal istilah wirang. Ini bukan sekadar malu, namun efeknya lebih dari malu. Biasanya anak-anak yang nakal akan dibuat wirang.
"Wirang itu jadi sanksi sosial yang justru upaya terakhir dalam penegakan aturan masyarakat, agar pelaku tidak mengulangi tindakan yang melanggar kepantasan dan kepatutan. Obat terakhir agar anak-anak tidak mengulangi tindakan nakal," terangnya.
Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Daycare Depok, Polisi Tangkap MI
Dia menuturkan bahwa masyarakat memiliki kearifan lokal untuk mengatasi konflik semacam itu.
"Jika masih bocah, harus dibedakan antara kenakalan dan kejahatan. Dulu, ketika ada anak mencuri mangga tetangga, maka sanksi yang diberikan adalah pemilik mangga akan menemui orang tuanya dan menceritakan yang terjadi. Kemudian si anak akan dipanggil dan diberi hadiah mangga," ungkapnya.
Hal ini, lanjut Prof Henry, berguna selain sebagai sindiran, juga punya pesan moral bahwa semua hal bisa dibicarakan baik-baik. Terlebih usia anak masih dalam perlindungan hukum negara.
Ia menjelaskan, dalam khasanah budaya Jawa dikenal istilah wirang. Ini bukan sekadar malu, namun efeknya lebih dari malu. Biasanya anak-anak yang nakal akan dibuat wirang.
"Wirang itu jadi sanksi sosial yang justru upaya terakhir dalam penegakan aturan masyarakat, agar pelaku tidak mengulangi tindakan yang melanggar kepantasan dan kepatutan. Obat terakhir agar anak-anak tidak mengulangi tindakan nakal," terangnya.
Lihat Juga :