Kegagalan Kutukan Keris Mpu Gandring hingga Lenyap di Kawah Gunung Kelud
Senin, 09 Desember 2024 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Adapun Anusapati adalah anak tiri, sedangkan Tohjaya meskipun anak kandung, namun kematiannya akibat tertusuk tombak bukan terhujam keris Mpu Gandring. Konon kutukan keris itu tidak terbukti, hanya 6 orang saja yang tewas akibat keris Mpu Gandring.
Sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan", enam orang yang tertikam keris sakti yang belum jadi yakni Mpu Gandring, Kebo Ijo, Tunggul Ametung, Ki Pengalasan, Anusapati, dan Ken Arok selaku pemesan keris itu sendiri.
Hal itu membuktikan kutukan Mpu Gandring sang pembuat keris sakti mengenai tewasnya tujuh keturunan Ken Arok tidak terbukti. Padahal, Mpu Gandring menyatakan keris yang telah dibuatnya bakal membunuh tujuh keturunan Arok termasuk dirinya sendiri.
Ken Arok tidak peduli dengan kutukan yang dilontarkan Mpu Gandring. Dia kemudian meninggalkan Mpu Gandring yang mati bersimbah darah dan kembali ke Tumapel, tempat dia menjadi pengawal Tunggul Ametung.
Usai menjadi tumbal beberapa nyawa konon keberadaan keris yang memakan banyak korban dari para tokoh besar itu tak diketahui. Menurut kisah bahwa keris itu lenyap dalam kawah Gunung Kelud. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa keris itu terpendam dalam tanah dan menunggu pemilik barunya.
Sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan", enam orang yang tertikam keris sakti yang belum jadi yakni Mpu Gandring, Kebo Ijo, Tunggul Ametung, Ki Pengalasan, Anusapati, dan Ken Arok selaku pemesan keris itu sendiri.
Hal itu membuktikan kutukan Mpu Gandring sang pembuat keris sakti mengenai tewasnya tujuh keturunan Ken Arok tidak terbukti. Padahal, Mpu Gandring menyatakan keris yang telah dibuatnya bakal membunuh tujuh keturunan Arok termasuk dirinya sendiri.
Ken Arok tidak peduli dengan kutukan yang dilontarkan Mpu Gandring. Dia kemudian meninggalkan Mpu Gandring yang mati bersimbah darah dan kembali ke Tumapel, tempat dia menjadi pengawal Tunggul Ametung.
Usai menjadi tumbal beberapa nyawa konon keberadaan keris yang memakan banyak korban dari para tokoh besar itu tak diketahui. Menurut kisah bahwa keris itu lenyap dalam kawah Gunung Kelud. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa keris itu terpendam dalam tanah dan menunggu pemilik barunya.
(jon)
Lihat Juga :