Dua Dokter Wafat COVID-19, IDI : Pemko Medan Tak Pedulikan Saran Kami
Senin, 31 Agustus 2020 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
Padahal kondisi ini, imbuh Wijaya, sudah disarankan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kota Medan, juga Pansus COVID-19 DPRD Kota Medan, sejak awal pandemi. Artinya bersihkan minimal tiga rumah sakit dari pasien COVID-19.
“Beberapa rumah sakit tidak boleh lagi menangani pasien COVID-19 yang baru. Setelah bersih, bisa menangani pasien non- covid secara maksimal. Dan dokter-dokter yang tidak bertugas langsung menangani pasien Covid-19, bisa bermanfaat dengan baik juga. Tapi sampai saat ini keadaan masih sama saja,” tuturnya. (BACA JUGA: KPU Tak Bakal Loloskan Calon Kepala Daerah Berperilaku Tercela)
Akademisi Kesehatan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Putra Apriadi Siregar, S.KM., M.Kes menjelaskan dalam penanganan COVID-19 sebenarnya yang terpenting adalah edukasi.
“Hingga kini, masyarakat merasa, COVID-19 tidak ada. Ini yang harus diedukasi terlebih dahulu oleh gugus tugas, melalui Puskesmas untuk edukasi,” tandasnya.
“Beberapa rumah sakit tidak boleh lagi menangani pasien COVID-19 yang baru. Setelah bersih, bisa menangani pasien non- covid secara maksimal. Dan dokter-dokter yang tidak bertugas langsung menangani pasien Covid-19, bisa bermanfaat dengan baik juga. Tapi sampai saat ini keadaan masih sama saja,” tuturnya. (BACA JUGA: KPU Tak Bakal Loloskan Calon Kepala Daerah Berperilaku Tercela)
Akademisi Kesehatan dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Putra Apriadi Siregar, S.KM., M.Kes menjelaskan dalam penanganan COVID-19 sebenarnya yang terpenting adalah edukasi.
“Hingga kini, masyarakat merasa, COVID-19 tidak ada. Ini yang harus diedukasi terlebih dahulu oleh gugus tugas, melalui Puskesmas untuk edukasi,” tandasnya.
(vit)
Lihat Juga :