Dukung Lansekap Siak Hijau, Wilmar Pendampingan 1.500 Petani Swadaya
Rabu, 13 Maret 2024 - 12:52 WIB
loading...
Wilmar mendampingi 1.500 petani swadaya dari lima koperasi kelapa sawit di Siak, Riau dalam meraih sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
SIAK - Wilmar mendampingi 1.500 petani swadaya dari lima koperasi kelapa sawit di Siak, Riau dalam meraih sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Upaya itu dilakukan melalui pendekatan jurisdiksi (jurisdictional approach) Siak Hijau. Kemitraan tersebut diharapkan dapat membantu petani kelapa sawit meningkatkan kemampuannya meraih keberlanjutan.
Lansekap Siak Hijau merupakan kolaborasi multi-stakeholder yang diinisiasi Pemkab Siak untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Siak yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu prioritas dalam kolaborasi ini adalah pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kelapa sawit, dengan mengembangkan perkebunan yang berkelanjutan bagi petani swadaya.
”Kolaborasi itu dibentuk sebagai wujud dukungan swasta terhadap pelaksanaan kebijakan lansekap Siak Hijau, khususnya dalam memperkuat koordinasi dan sinergisitas program,” kata Head Sustainability Wilmar Indonesia Pujuh Kurniawan dalam Workshop Sinergi Siak Hijau: Kolaborasi Stakeholder untuk mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Lanskap Siak Hijau pekan lalu. Baca juga: Pendampingan 1.741 Petani Sawit di Jambi, Wilmar Fokus Kesejahteraan
Pujuh menjelaskan, pihaknya telah mendampingi 1.500 petani swadaya yang mengelola kebun sekitar 2.500 ha. Mereka tergabung dalam lima koperasi petani swadaya. Dari jumlah itu, dua di antaranya telah mengantongi sertifikasi ISPO sejak 2019.
Pada awal tahun ini, dua koperasi lainnya sedang dalam proses penyelesaian sertifikasi, dan satu koperasi sedang proses persiapan. “Program ini dijalankan bersama PT Permodalan Siak (PERSI), dinas perkebunan, dan dinas lain yang terkait,” ujarnya.
Lansekap Siak Hijau merupakan kolaborasi multi-stakeholder yang diinisiasi Pemkab Siak untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Siak yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu prioritas dalam kolaborasi ini adalah pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis kelapa sawit, dengan mengembangkan perkebunan yang berkelanjutan bagi petani swadaya.
”Kolaborasi itu dibentuk sebagai wujud dukungan swasta terhadap pelaksanaan kebijakan lansekap Siak Hijau, khususnya dalam memperkuat koordinasi dan sinergisitas program,” kata Head Sustainability Wilmar Indonesia Pujuh Kurniawan dalam Workshop Sinergi Siak Hijau: Kolaborasi Stakeholder untuk mendukung Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Lanskap Siak Hijau pekan lalu. Baca juga: Pendampingan 1.741 Petani Sawit di Jambi, Wilmar Fokus Kesejahteraan
Pujuh menjelaskan, pihaknya telah mendampingi 1.500 petani swadaya yang mengelola kebun sekitar 2.500 ha. Mereka tergabung dalam lima koperasi petani swadaya. Dari jumlah itu, dua di antaranya telah mengantongi sertifikasi ISPO sejak 2019.
Pada awal tahun ini, dua koperasi lainnya sedang dalam proses penyelesaian sertifikasi, dan satu koperasi sedang proses persiapan. “Program ini dijalankan bersama PT Permodalan Siak (PERSI), dinas perkebunan, dan dinas lain yang terkait,” ujarnya.
Lihat Juga :