Serikat Petani Kelapa Sawit Minta DMO Minyak Goreng Diawasi Ketat
Rabu, 03 April 2024 - 16:54 WIB
loading...
SPKS meminta pengawasan ketat terhadap Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng sawit yang berlangsung hingga saat ini. Foto/Ilustrasi/DOk.SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Serikat Petani Kelapa Sawit ( SPKS) meminta pengawasan ketat terhadap Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng sawit yang masih berlangsung hingga saat ini.
Ketua Umum SPKS, Sabarudin menyatakan, pemerintah harus tegas melaksanakan regulasi atas ketentuan ketersediaan minyak goreng rakyat yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah dengan harga terjangkau sebesar Rp14.000 per liter.
Baca juga: SPKS Bentuk Aliansi Petani untuk Sawit Berkelanjutan
Menurutnya, kenaikan harga menjelang Hari Raya Lebaran saat ini merupakan bagian dari siklus bisnis minyak nabati dunia termasuk minyak sawit. Kendati dari awal tahun 2024 harga jual CPO mengalami kenaikan, namun masih relatif memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis termasuk petani sawit.
Berdasarkan data SPKS, harga jual hasil Panen TBS masih berkisar pada harga Rp2.200 hingga Rp2.500 per kg. Kendati di beberapa kelompok tani SPKS wilayah Sulawesi Tenggara masih seharga Rp. 1.900 per kg.
"Harga jual TBS petani sawit masih relatif stagnan dan tidak mengalami lonjakan kenaikan harga yang drastis," jelas Sabarudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2024).
Ketua Umum SPKS, Sabarudin menyatakan, pemerintah harus tegas melaksanakan regulasi atas ketentuan ketersediaan minyak goreng rakyat yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah dengan harga terjangkau sebesar Rp14.000 per liter.
Baca juga: SPKS Bentuk Aliansi Petani untuk Sawit Berkelanjutan
Menurutnya, kenaikan harga menjelang Hari Raya Lebaran saat ini merupakan bagian dari siklus bisnis minyak nabati dunia termasuk minyak sawit. Kendati dari awal tahun 2024 harga jual CPO mengalami kenaikan, namun masih relatif memberikan keuntungan bagi pelaku bisnis termasuk petani sawit.
Berdasarkan data SPKS, harga jual hasil Panen TBS masih berkisar pada harga Rp2.200 hingga Rp2.500 per kg. Kendati di beberapa kelompok tani SPKS wilayah Sulawesi Tenggara masih seharga Rp. 1.900 per kg.
"Harga jual TBS petani sawit masih relatif stagnan dan tidak mengalami lonjakan kenaikan harga yang drastis," jelas Sabarudin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/4/2024).
Lihat Juga :