Pengamat Sebut Risma Effect Pengaruhi Pilwali Surabaya
Senin, 31 Agustus 2020 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Pesantren Darussalam Jadi 539 Santri )
Belakangan PDIP menjadi perbincangan media. Utamanya terkait rekomendasi pasangan calon (paalon) yang akan diusung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. " PDIP piawai dalam menguasai panggung perhatian publik. Apalagi, DPP PDIP menggelar konsolidasi internal di Surabaya, Minggu (30/8/2020). Kegiatan itu dihadiri fungsionaris DPP PDIP seperti Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, dan Wasekjen Arif Wibowo. Semua yang hadir itu, menjadi penarik perhatian publik," katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini menilai, Hasto sangat piawai dalam mengatur ritme konsolidasi. Kemudian Djarot memiliki citra positif sebagai mantan kepala daerah berprestasi. Lalu Tri Rismaharini merupakan sosok penting di Surabaya. "Ketika menjadi perhatian publik, secara tidak langsung menguntungkan bagi PDIP . Istilahnya, dapat insentif pemberitaan. PDIP cerdas dalam hal ini," imbuhnya.
(Baca juga: Polres Buton Kejar Pelaku Penjualan Pulau Pendek di Situs Online )
Surokim menambahkan, ketika menjadi perhatian publik, orang yang tidak tahu, atau yang hanya bersikap biasa terhadap Pilkada, akan penasaran dan terus mengikuti perkembangannya. Apalagi, Hasto menyampaikan narasi yang mengirimkan pesan politik sangat jelas bagi warga Kota Pahlawan , terutama pada kalimat ”jaga dan lindungi Surabaya”. " PDIP sangat cerdas dengan selalu menempatkan nama Risma sebagai pintu masuk untuk menjembatani dan memastikan kesinambungan Surabaya. Tidak dapat dipungkiri, Risma terbukti sukses dan dicintai publik," terangnya.
Belakangan PDIP menjadi perbincangan media. Utamanya terkait rekomendasi pasangan calon (paalon) yang akan diusung dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya. " PDIP piawai dalam menguasai panggung perhatian publik. Apalagi, DPP PDIP menggelar konsolidasi internal di Surabaya, Minggu (30/8/2020). Kegiatan itu dihadiri fungsionaris DPP PDIP seperti Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, dan Wasekjen Arif Wibowo. Semua yang hadir itu, menjadi penarik perhatian publik," katanya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM ini menilai, Hasto sangat piawai dalam mengatur ritme konsolidasi. Kemudian Djarot memiliki citra positif sebagai mantan kepala daerah berprestasi. Lalu Tri Rismaharini merupakan sosok penting di Surabaya. "Ketika menjadi perhatian publik, secara tidak langsung menguntungkan bagi PDIP . Istilahnya, dapat insentif pemberitaan. PDIP cerdas dalam hal ini," imbuhnya.
(Baca juga: Polres Buton Kejar Pelaku Penjualan Pulau Pendek di Situs Online )
Surokim menambahkan, ketika menjadi perhatian publik, orang yang tidak tahu, atau yang hanya bersikap biasa terhadap Pilkada, akan penasaran dan terus mengikuti perkembangannya. Apalagi, Hasto menyampaikan narasi yang mengirimkan pesan politik sangat jelas bagi warga Kota Pahlawan , terutama pada kalimat ”jaga dan lindungi Surabaya”. " PDIP sangat cerdas dengan selalu menempatkan nama Risma sebagai pintu masuk untuk menjembatani dan memastikan kesinambungan Surabaya. Tidak dapat dipungkiri, Risma terbukti sukses dan dicintai publik," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :