alexametrics

Banjir dan Tanah Longsor di Banten Renggut 20 Jiwa

loading...
Banjir dan Tanah Longsor di Banten Renggut 20 Jiwa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. SINDOnews/Rasyid Ridho
A+ A-
SERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor. Korban meninggal terbanyak di Kabupaten Lebak berjumlah 10 orang.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Banten Kusmayadi mengatakan, banjir dan tanah longsor yang terjadi di lima kabupaten/kota menyebabkan 20 orang meninggal dunia. Dengan rinci, di Kabupaten Lebak 10 orang, Kota Tangerang 6 orang, Tangerang Selatan 4 orang.

"Sampai dengan saat ini ada 20 orang meninggal. 10 di Lebak, 6 di Kota Tangerang dan 4 di Tangsel," kata Kusmayadi kepada wartawan. Kamis (9/1/2020).



Selain menimbulkan korban jiwa, BPBD Bangen juga mencatat sebanyak 149.431 jiwa terdampak dari total kepala keluarga 63.431 yang tersebar di 182 desa, 43 kecamatan. "Khusus di Kabupaten Lebak, rumah rusak berat berjumlah 1. 310 (unit), itu masih dimungkinkan bertambah. Artinya datanya masih dinamis dan dilakukan pendataan. Rusak ringan 520 (unit)," ujarnya

Sebanyak 30 jembatan rusak dan 19 bangunan sekolah dari tingkat Paud, TK, SD hingga SMP juga mengalami kerusakan dari berat hingga sedang. "Ada 28 jembatan kewenangan kabupaten/kota permanen dan non permanen, dua kewenangan provinsi, yaitu jembatan Cinyiru dan jembatan Ciberang," katanya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak