Kisah Kerajaan Pajajaran yang Miliki Pendapatan Tinggi Hasil Sumbangsih 6 Pelabuhan Besar

Sabtu, 16 November 2024 - 06:22 WIB
loading...
Kisah Kerajaan Pajajaran...
Kerajaan Pajajaran semasa Prabu Siliwangi bertakhta konon memiliki pendapatan dan perekonomian berkembang. Saat itu sumber pemasukan dari sektor perdagangan di pelabuhan-pelabuhan besar. Foto: Dok SINDOnews
A A A
KERAJAAN Pajajaran semasa Prabu Siliwangi bertakhta konon memiliki pendapatan dan perekonomian berkembang. Saat itu sumber pemasukan dari sektor perdagangan di pelabuhan-pelabuhan besar jadi pilihannya.

Komoditas pertanian hingga perkebunan saat itu memerlukan transportasi untuk dijual ke luar bumi Pajajaran. Kerajaan Pajajaran memang tumbuh subur dan jadi pengekspor beranekaragam sayuran, buah-buahan, dan aneka rempah-rempah.

Baca juga: Kisah Ratu Sakti: Naik Takhta hingga Kemunduran Kerajaan Pajajaran

Lada menjadi salah satu komoditas andalan Pajajaran. Lada merupakan bahan utama yang diekspor yang menghasilkan pundi-pundi uang untuk menggerakkan roda pemerintahan kerajaan sebagaimana dikutip dari buku "Hitam Putih Pajajaran: dari Kejayaan hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran".

Selain pertanian, Pajajaran memiliki enam pelabuhan besar yang membantu pertumbuhan ekonomi kerajaan. Berbagai macam kebutuhan primer, sekunder, dan tersier tersedia di pelabuhan. Melalui pelabuhan-pelabuhan inilah komoditas ekspor pertanian dari Kerajaan Pajajaran diangkut.

Konon di era Raja Sri Baduga Maharaja, pelabuhan-pelabuhan adalah jantung ekonomi kerajaan, sehingga dia menjaga kedaulatannya.

Tom Gunnar Hoogervost, peneliti Belanda ahli linguistik dengan pendekatan sejarah melihat fenomena kehidupan laut sangat menentukan bagi perkembangan sejarah.

Tercatat enam pelabuhan ini mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat Pajajaran kala itu di bawah kepemimpinan Sri Baduga Maharaja. Salah satu pelabuhan terbesar yang menjadi sumber utama Kerajaan Pajajaran adalah Malaka.

Malaka tidak hanya diinginkan oleh Kerajaan Pajajaran saja melainkan beberapa kerajaan lain yang ada di Nusantara ingin menguasainya.

Konon Pelabuhan Malaka dibuka seratus tahun sebelum Malaka dikuasai Portugis. Hal ini sebagaimana diutarakan pengarang Portugis bernama Tome Pires yang pernah tinggal di Malaka dari tahun 1512 Masehi hingga 1515 Masehi.

Namun, Pelabuhan Malaka sebenarnya belum ditemukan sebelum abad 13 Masehi. Hal ini dibuktikan dengan catatan Ibnu Batuta yang melakukan pelayaran ke barat semenanjung, tetapi menyisir pantai timur Sumatera.

Ibnu Batuta sama sekali tidak menyebut adanya kota Pelabuhan Malaka di pantai barat semenanjung. Tentu boleh dipastikan selama abad ke-13 hingga 14, kota Pelabuhan Malaka belum dikenal dan belum ada.

Dikisahkan Slamet Muljana, pembangunan Pelabuhan Malaka dilakukan Parameswara, raja pelarian dari Tumasik Singapura, karena takut serangan balasan dari Raja Pahang, yang datang ke Tumasik dengan armadanya untuk membalaskan kematian saudaranya yang dibunuh Paresmawara.

Pelarian yang dilakoni Paresmawara yakni menyingkir ke Muar masih berupa desa kecil di pantai barat semenanjung, serta masih menjadi sarang jago atau orang yang pekerjaan sehari-harinya adalah meminta uang ke masyarakat. Di Malaka itulah dalam waktu singkat Paresmawara menjadi orang yang berkuasa.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrakan Pelindo Diapresiasi,...
Gebrakan Pelindo Diapresiasi, Hasil Survei: 85% Lebih Pelanggan Puas
Kapal Ferry Banyak Kosong...
Kapal Ferry Banyak Kosong saat Mudik, Gapasdap Soroti Kebijakan SKB
Di Peringatan HPN 2026...
Di Peringatan HPN 2026 Pelindo Tegaskan Peran Strategis Pelabuhan Banten dalam Sistem Logistik Nasional
Wagub Sulut Apresiasi...
Wagub Sulut Apresiasi Bea Cukai Sulbagtara Amankan 1 Ton Barang Ilegal
Polisi Buru Sosok Berinisial...
Polisi Buru Sosok Berinisial A Penanggung Jawab Impor Ilegal Pakaian Bekas Rp4 Miliar
Polda Metro Jaya Bongkar...
Polda Metro Jaya Bongkar Perdagangan Pakaian Bekas Impor Ilegal, Sita 439 Balpres Rp4 Miliar
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Rekomendasi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved