Warga Ngawi Syukuran Pembangunan Jalan Bringin-Boan Rampung Setelah Bertahun-tahun Rusak
Kamis, 14 November 2024 - 11:59 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, mayoritas warga di Boan dan sekitarnya adalah masyarakat desa hutan, yang menggantungkan kegiatan ekonominya di hutan melalui kerja sama perhutanan sosial. Warga banyak menanam komoditas pangan, semisal jagung dan ketela. "Lalu, ada juga hasil perkebunan dengan tanaman tembakau dan lainnya," katanya.
Hanya, sambung dia, komoditas dari daerah Boan dan Kecamatan Bringin secara umum, kalah bersaing dengan yang berasal dari Ngawi bagian selatan. Diketahui, wilayah Kecamatan Bringin, Karanganyar, Karangjati, Pitu, dan Kasreman, sering disebut sebagai wilayah Lor Bengawan.
"Potensi komoditasnya luar biasa, tapi harganya kurang kompetitif, karena truk kalau masuk ke sana yang komplain karena jalannya jelek dan susah. Sehingga alasan itu yang menyebabkan harganya selisih jauh dari Ngawi selatan," ucapnya.
Karenanya Mas Ony berharap, dengan selesainya proyek jalan di Kecamatan Bringin ini, harga komoditas masyarakat setempat bisa bersaing dan kompetitif, karena ada aksesibilitas yang baik dan lebih mudah. Dengan demikian, hal ini bisa menjadi daya ungkit secara ekonomi.
"Menjadi triger untuk percepatan pengentasan kemiskinan untuk mengakselerasi kegiatan ekonomi kerakyatan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," tegasnya.
Lebih luas, Mas Ony, mengatakan saat ini kondisi jalan mantap di Ngawi sudah mencapai lebih dari 95%. Ia mengakui, ada prioritas pembangunan jalan di wilayah lor bengawan, yang menjadi kantong-kantong kemiskinan.
Hanya, sambung dia, komoditas dari daerah Boan dan Kecamatan Bringin secara umum, kalah bersaing dengan yang berasal dari Ngawi bagian selatan. Diketahui, wilayah Kecamatan Bringin, Karanganyar, Karangjati, Pitu, dan Kasreman, sering disebut sebagai wilayah Lor Bengawan.
"Potensi komoditasnya luar biasa, tapi harganya kurang kompetitif, karena truk kalau masuk ke sana yang komplain karena jalannya jelek dan susah. Sehingga alasan itu yang menyebabkan harganya selisih jauh dari Ngawi selatan," ucapnya.
Karenanya Mas Ony berharap, dengan selesainya proyek jalan di Kecamatan Bringin ini, harga komoditas masyarakat setempat bisa bersaing dan kompetitif, karena ada aksesibilitas yang baik dan lebih mudah. Dengan demikian, hal ini bisa menjadi daya ungkit secara ekonomi.
"Menjadi triger untuk percepatan pengentasan kemiskinan untuk mengakselerasi kegiatan ekonomi kerakyatan, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," tegasnya.
Lebih luas, Mas Ony, mengatakan saat ini kondisi jalan mantap di Ngawi sudah mencapai lebih dari 95%. Ia mengakui, ada prioritas pembangunan jalan di wilayah lor bengawan, yang menjadi kantong-kantong kemiskinan.
Lihat Juga :