Bupati Natuna Nyatakan Kapal China sudah Mengganggu Wilayah Laut Natuna Utara

Jum'at, 03 Januari 2020 - 22:28 WIB
Bupati Natuna Nyatakan...
Bupati Natuna Nyatakan Kapal China sudah Mengganggu Wilayah Laut Natuna Utara
A A A
NATUNA - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menyatakan, manuver Coast Guard China mengawal beberapa kapal nelayan Negeri Tirai Bambu di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia Wilayah Laut Natuna Utara telah mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. "Masuknya nelayan-nelayan China yang dikawal oleh kapal Coast Guard adalah bentuk gangguan terhadap kedaulatan Republik Indonesia. Klaim sepihak tersebut telah diprotes keras oleh Pemerintah Republik Indonesia karena ZEE Indonesia di Perairan Natuna memiliki legal standing yakni UNCLOS 1982," kata Bupati dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (3/1/2020).
Karenanya, Bupati mendukung penuh sikap TNI dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk menggelar kekuatan yang lebih besar lagi di Wilayah Natuna agar bisa memantau, mencegah dan menangkal setiap upaya gangguan kedaulatan terhadap Wilayah Republik Indonesia di Laut Natuna Utara. (Baca: Mahfud MD: Klaim China Atas Natuna Tidak Memiliki Landasan Hukum)

Abdul Hamid Rizal mengusulkan kepada Pemerintah Pusat, agar memperkuat/meningkatkan kedudukan pemerintahan di wilayah Kabupaten Natuna dan Anambas menjadi Provinsi Khusus. "Karena berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa pemerintah kabupaten/kota tidak memiliki kewenangan terhadap perairan laut sehingga tidak bisa berbuat banyak dalam menjaga dan mengelola wilayah perairan Natuna," kata dia.

Dengan dijadikannya Natuna sebagai Provinsi khusus, kata dia, maka akan meningkatkan kewenangan dan kemampuan dalam menjaga,mengelola dan turut serta mengawal wilayah pantai dan laut di Natuna khususnya wilayah perbatasan yang saat ini merupakan kewenangan Provinsi Kepulauan Riau.

"Dengan segala kemampuan dan sumber daya yang ada, Pemerintah Kabupaten Natuna beserta warga masyarakat siap sedia mempertahankan kedaulatan NKRI di Natuna," tandasnya.
(sms)
Berita Terkait
Pos Satgas Pulau Sekatung...
Pos Satgas Pulau Sekatung Belum Miliki Sarana Memadai untuk Personel TNI Operasi Pengamanan
Nelayan Minta Pengamanan...
Nelayan Minta Pengamanan Laut Natuna Utara Diperkuat
Jaga Wilayah Terluar...
Jaga Wilayah Terluar di Natuna, Irwasum Polri Resmikan Polsek Pulau Laut
Mendagri Dukung Percepatan...
Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan di Daerah Perbatasan Natuna
Miris, Desa Pangkalan...
Miris, Desa Pangkalan Natuna Tidak Punya Kantor sejak Berdiri 9 Tahun Lalu
Gawat! Natuna Siaga...
Gawat! Natuna Siaga Listrik, Bupati: Investasi dan Penguatan Pertahanan Bisa Terhambat
Berita Terkini
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
18 menit yang lalu
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
46 menit yang lalu
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
56 menit yang lalu
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
1 jam yang lalu
Dari Barak Militer ke...
Dari Barak Militer ke Panggung Politik, Perjalanan Ferry Irawan Panglima Baru Perindo Sultra
1 jam yang lalu
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
2 jam yang lalu
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved