Kisah Penembak Jitu Keraton Yogyakarta Bikin Tentara Inggris Kocar Kacir saat Geger Sepehi

Minggu, 10 November 2024 - 06:10 WIB
loading...
Kisah Penembak Jitu...
Keraton Yogyakarta memiliki pasukan penembak jitu andalan semasa Sultan Hamengku Buwono (HB) II bertahta. Foto/Ilustrasi/kratonjogja
A A A
YOGYAKARTA - Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta memiliki pasukan penembak jitu (sniper) andalan semasa Sultan Hamengku Buwono (HB) II bertahta.

Satuan penembak jitu ini menggunakan tombak dengan ujung runcing yang siap berperang sewaktu-waktu.

Baca juga: Keturunan HB II Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi

Bahkan ketika momen penyerbuan tentara Inggris ke Keraton Yogyakarta, pada tahun 1812, pasukan elite ini memiliki peran besar.

Penyerbuan tentara Inggris ke Keraton Yogyakarta, yang disebut Geger Sepehi ini memperlihatkan bagaimana kepiawaian dan ketrampilan pasukan elite keraton itu.



Tombak sakti nan tajam menjadi andalannya. Sedangkan pasukan ini mengendarai kuda dan bergerak cepat sebagaimana digambarkan oleh pasukan Inggris.

Bahkan pasukan ini juga berhasil melakukan penyergapan pawai pasukan dan membakar jembatan yang dilintasi pasukan Inggris. Panglima pasukan penembak jitu Keraton Yogyakarta, Raden Ario Sindurejo I terlatih untuk menyergap pasukan Inggris.

Baca juga: Inggris Diminta Kembalikan Artefak Keraton Yogyakarta yang Dijarah saat Geger Sepehi 1812

Dikutip dari "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro: 1785 - 1855" tulisan Peter Carey, Raden Ario Sindurejo II berhasil memimpin semacam pasukan penyergap terlatih untuk menghadang pasukan perintis kavaleri Inggris.

Pasukan kavaleri ini bertugas mengamankan jalan masuk bagi pasukan utama Inggris di tebing Kali Gajahwong di Papringan, Yogyakarta.

Pasukan Inggris yang berkekuatan 25 orang itu sampai kehilangan lima tentara dan 13 luka berat, termasuk seorang perwira Inggrisnya.

Aksi ini menunjukkan betapa efektifnya pasukan pemegang tombak dari Tanah Jawa itu, yang bergerak dengan penuh disiplin.

Mereka hanya mempersenjatai diri dengan tombak yang sangat panjang dan ujungnya runcing. Pasukan elite tombak ini berhasil merubuhkan pasukan berkuda Eropa sebelum sempat mengisi bedil karaben mereka.

Namun, aksi Sindurejo tidak lagi terulang. Jika bisa diulang, serbuan Inggris ke Yogya mungkin akan lain ceritanya, dengan tingkat jumlah korban yang tinggi.

Di mana ada 20 persen dari seluruh pasukan penyerbu, yang menjadi korban seperti yang dialami Inggris di Meester Cornelis.

Namun hal itu tidak terjadi, Inggris hanya kehilangan 23 serdadu tewas, termasuk seorang perwira, dan 74 lainnya luka- luka, dari total kekuatan serangan mereka yang kurang dari seribu personel.

Sehingga angka rata-rata korban di pihak Inggris hanya di bawah 10 persen, lumayan kecil dibandingkan dengan ratusan orang-angka kerugian yang gugur di pihak keraton.

Pada hari penyergapan Sindurejo II, Gubernur Jenderal Inggris Raffles mengutus penerjemah Karesidenan Semarang, C.F. Krijgsman untuk mengultimatum Sultan.

Jika tidak menyerahkan tahta dalam dua jam kepada Putra Mahkota, maka Inggris akan mulai membombardir keraton dengan meriam. Sambil menoleh kepada Putra Mahkota, Sultan bertanya apakah ia siap untuk menerima tuntutan Inggris itu.

Putra Mahkota dengan tegas menolak, dan berdasarkan itu Sultan menulis sepucuk surat tegas yang menjelaskan secara rinci penolakannya. Kemudian meminta Notokusumo untuk menjelaskan mengapa belakangan ini dia membelot ke pihak Inggris.

Pemboman meriam artileri Inggris pun dimulai pada sore harinya hingga malam.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Siapa Cole Tomas Allen?...
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Berprestasi dan Pengembang Gim Video yang Berusaha Menembak Trump
Terungkap, Inggris Hilang...
Terungkap, Inggris Hilang Kontak dengan 95.000 Tentara Cadangan
Rekomendasi
HKBP 165 Padel Series...
HKBP 165 Padel Series III Bekasi Tarik Antusias 140 Peserta, Siap Berlanjut ke Bandung
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Persoalkan Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, hingga Pencekalan
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Bidik Suara Generasi...
Bidik Suara Generasi Muda, DPD Partai Perindo TTS Genjot Rekrutmen Kader hingga Akar Rumput
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved