Kisah Raja Kertanegara Memutasi Para Pejabat Tinggi Istana Kerajaan Singasari Akibat Beda Pendapat

Rabu, 06 November 2024 - 07:46 WIB
loading...
Kisah Raja Kertanegara...
Raja Singasari Kertanagara yang berwatak keras kepala pernah memutasi sejumlah pejabat karena beda pendapat. Potret Raja Kertanagara saat memimpin Kerajaan Singasari versi AI. Foto/IG @ainusantara
A A A
JAKARTA - Kerajaan Singasari saat dipimpin oleh Kertanagara pernah terjadi gejolak. Saat itu, Raja Kertanagara yang konon berwatak keras kepala kurang bisa mendengarkan masukan dari kabinet di bawahnya. Alhasil beberapa pejabat tinggi terkena dampaknya.

Sejarah mencatat nama Mpu Raganata, Arya Wiraraja yang merupakan ayah dari Ronggolawe, hingga Tumenggung Wirakreti jadi korbannya.

Baca juga: Kisah Tragis Ronggolawe, Kesetiaan Bela Raja Majapahit Berujung Kematian dengan Cap Pemberontak

Raja Kertanagara yang merupakan mertua Raden Wijaya dengan keras kepalanya memutasi jabatan tinggi hanya karena perbedaan pendapat dengan Kertanagara.

Mpu Raganata misalnya, dikisahkan adalah orang bijak, jujur, dan pemberani. Tanpa tedeng aling-aling, ia berani mengemukakan keberatan-keberatannya terhadap sikap dan pimpinan Raja Kertanegara.

Hubungannya dengan Raja Kertanagara disamakan dengan hubungan Patih Sri Laksmikirana dengan Prabu Sri Cayapurusa dalam cerita Singhalanggala.

Sikap Mpu Raganata tergolong jujur dan berani membantah atau bahkan mengkritik sang raja. Hal yang membuat Kertanagara tak lagi nyaman dengan tangan kanannya di pemerintahan itu.

Baca juga: Kisah Kertanegara, Raja Singasari Penyuka Miras Pengikut Ritual Tantrayana

Hal ini diperparah watak Kertanagara yang angkuh dan anti kritik. Dikutip dari buku "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" karya sejarawan Prof. Slamet Muljana, diceritakan bagaimana kritikan dan masukan yang terlalu pedas membuat Kertanagara meradang.

Bahkan suatu ketika Kertanagara berwajah sangat muram murka, dengan kemarahan besar mendengar pendapat sang Mahapatihnya itu.

Langsung Raganata dipecat saat itu juga. Jabatan strategisnya diisi Mahisa Anengah Panji Angragani, yang lebih kalem dan mau menuruti semua perintah Kertanagara.



Mpu Raganata memang masih mendapat jabatan di istana pemerintahan Kertanagara, sebagai balas jasa ketika pemerintahan raja sebelumnya.

Tapi pada Kidung Harsawijaya pupuh 1/28b sampai 30a, disebut dengan jelas bahwa Prabu Kertanagara memutasi Mpu Raganata dari kedudukannya sebagai patih amangkubhumi, menjadi ramadhyaksa di Tumapel, jabatan yang rendah dari sebelumnya.

Mpu Raganata kecewa, tidak senang kepada pemerintahan sang prabu. Dikatakan dalam kidung tersebut, asmu ewa sang mantri wréddha rirehira sang ahulun.

Mopu Raganata tidak senang terhadap pemerintahan Raja Kertanagara, dan dikatakan tan trepti rehing nagari arawat-rawat kewuh.

Tak cuma Mpu Raganata saja yang jadi korban keserakahan Kertanagara. Tumenggung Wirakreti dilorot kedudukannya sebagai tumenggung menjadi mantri angabhaya, atau menteri pembantu atau jika saat sekelas wakil menteri (Wamen). Pujangga Santasemereti meninggalkan pura untuk bertapa di hutan.

Selain itu, Aria Wiraraja dilorot kedudukannya sebagai demung menjadi adipati di Madura Timur. Pada Pupuh 1/82a menguraikan, bahwa penurunan jabatan Arya Wiraraja dari jabatan demung menjadi adipati sangat melukai hati dan menimbulkan kemarahan.

Dari percakapan antara Wirondaya dengan Raja Jayakatwang, dalam pupuh 2/16a-16b dengan jelas diceritakan, bahwa sejak pemecatan para wreddha mantri dan pengangkatan para yuwa mantri, atau menteri muda membuat rakyat tidak senang terhadap sikap Sang Prabu Kertanagara. Perbuatan itu meninggalkan kegelisahan di hati rakyat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Nadiem Sambut Pengembalian...
Nadiem Sambut Pengembalian 4 Arca yang 3 Abad Disimpan di Belanda
Setelah 3 Abad di Belanda,...
Setelah 3 Abad di Belanda, Satu Arca Candi Singosari Kembali ke Tanah Air
Posisi Arca Dwarapala...
Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi
Rekomendasi
Ahmad Ali Beberkan Alasan...
Ahmad Ali Beberkan Alasan Jokowi Turun Langsung Keliling Daerah
Mengelola Risiko Jadi...
Mengelola Risiko Jadi Skill Penting yang Harus Dimiliki Entrepreneur Muda
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Berita Terkini
Diiringi Tanjidor, Pramono...
Diiringi Tanjidor, Pramono Anung dan Rano Karno Hadiri Malam Perayaan HUT ke-499 Jakarta
Bahas Kemajuan Desa...
Bahas Kemajuan Desa Nifasi Papua Tengah, Forum Diskusi Publik Digelar di Jaksel
Rotasi Polda Metro Jaya:...
Rotasi Polda Metro Jaya: Kapolres, Wakapolres, hingga Wadir Krimum
Skarbu Bikin Bundaran...
Skarbu Bikin Bundaran HI Bergelora, Jak Mania Kompak Nyanyikan Persija Ale
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Infografis
Retas Data Para Pejabat,...
Retas Data Para Pejabat, Akun Twitter Bjorka Kena Suspend
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved