Sekolah Damai di Aceh Tanamkan Nilai-nilai Perdamaian dan Toleransi
Jum'at, 01 November 2024 - 14:16 WIB
loading...
A
A
A
“Data ini mengingatkan kita bahwa masih ada pekerjaan rumah besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan harmonis,” tambahnya.
Ia berharap dari pelatihan ini akan lahir agen-agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Marthunis menyatakan, sekolah harus menjadi sekolah yang bebas dari intoleransi, kekerasan, dan bullying karena 3 dosa besar ini harus dijauhkan dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, sekolah harus menjadi habitat ideal bagi peserta didik, karena mandat yang bekerja di dunia pendidikan yaitu mencetak generasi yang membunyai pemahaman kebhinekaan yang tinggi.
“Kami pernah mendapat laporan adanya tindakan bullying di salah satu SMA. Ini merupakan tantangan bagi kita karena kasus bullying dan intoleransi semakin memuncak akibat arus informasi yang tinggi, tinggal kita sekarang bagaimana bisa mensiasati itu,” ujarnya.
Ia berharap dari pelatihan ini akan lahir agen-agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai positif tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Marthunis menyatakan, sekolah harus menjadi sekolah yang bebas dari intoleransi, kekerasan, dan bullying karena 3 dosa besar ini harus dijauhkan dari lingkungan sekolah.
Menurutnya, sekolah harus menjadi habitat ideal bagi peserta didik, karena mandat yang bekerja di dunia pendidikan yaitu mencetak generasi yang membunyai pemahaman kebhinekaan yang tinggi.
“Kami pernah mendapat laporan adanya tindakan bullying di salah satu SMA. Ini merupakan tantangan bagi kita karena kasus bullying dan intoleransi semakin memuncak akibat arus informasi yang tinggi, tinggal kita sekarang bagaimana bisa mensiasati itu,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :