PWI Lampung Utara Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 18:10 WIB
loading...
PWI Lampung Utara Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan. Foto/iNewsTV/Jimi Irawan
A
A
A
LAMPUNG UTARA - Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mengecam aksi kekerasan yang dilakukan ketua panitia pertandingan sepak bola Bupati Cup, Juanda Basri terhadap wartawan SCTV-Indosiar Biro Lampung Utara, Ardy Yohaba.
“Kami dari PWI Lampung Utara mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap rekan seprofesi kami,” kata Ketua PWI Lampura, Jimi Irawan, Minggu (29/8/2020). (Baca juga: Pasutri di Lampung Utara Diduga Terpapar Corona dari Anaknya )
Menurut Jimi, dalam kejadian itu PWI Lampura tidak lagi melihat siapa yang benar dan salah. Karena aksi kekerasan dan perampasan kamera yang dilakukan oknum tersebut merupakan suatu pelanggaran hukum. (Baca juga: Peringatan HPN 2020, HD Bantu Mobil Operasional untuk PWI Sumsel )
“Karena apa pun dalihnya, ketika seorang wartawan mengalami tindakan kekerasan fisik saat melakukan tugas jurnalistiknya, merupakan pelanggaran hukum. Dalam hal ini profesi wartawan memiliki Undang-Undang tersendiri,” kata Jimi dengan nada tegas.
Karena itu, dirinya berharap agar polisi benar-benar serius dalam menangani persoalan ini, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami dari PWI Lampung Utara mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap rekan seprofesi kami,” kata Ketua PWI Lampura, Jimi Irawan, Minggu (29/8/2020). (Baca juga: Pasutri di Lampung Utara Diduga Terpapar Corona dari Anaknya )
Menurut Jimi, dalam kejadian itu PWI Lampura tidak lagi melihat siapa yang benar dan salah. Karena aksi kekerasan dan perampasan kamera yang dilakukan oknum tersebut merupakan suatu pelanggaran hukum. (Baca juga: Peringatan HPN 2020, HD Bantu Mobil Operasional untuk PWI Sumsel )
“Karena apa pun dalihnya, ketika seorang wartawan mengalami tindakan kekerasan fisik saat melakukan tugas jurnalistiknya, merupakan pelanggaran hukum. Dalam hal ini profesi wartawan memiliki Undang-Undang tersendiri,” kata Jimi dengan nada tegas.
Karena itu, dirinya berharap agar polisi benar-benar serius dalam menangani persoalan ini, agar kejadian serupa tidak terulang.
Lihat Juga :