Pesan Terakhir Bandit Legendaris Kusni Kasdut sebelum Dieksekusi Mati Presiden Soeharto
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Kusni mengungkapkan bahwa keterampilannya dalam bertempur dan menyamar, yang dahulu menjadi andalannya di medan perang, justru menjadi alat untuk bertahan hidup di jalanan setelah perang usai.
Nama Kusni Kasdut mulai dikenal luas sebagai buronan setelah aksi perampokan spektakuler di Museum Nasional Jakarta pada tahun 1963. Aksi tersebut bukanlah kejahatan pertamanya, namun menjadi awal dari rangkaian kejahatan yang membuatnya menjadi penjahat paling dicari.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Perisai Hidup Jokowi Melejit Jadi Sekjen Kemhan
Kusni dikenal sebagai sosok yang berani dan cerdik, hingga berhasil meloloskan diri berkali-kali dari penjara-penjara di Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum itu, Kusni adalah seorang pejuang kemerdekaan yang ikut bertempur melawan Belanda dan Jepang di Malang dan Surabaya.
“Bung Kusni,” begitu ia disapa saat masih aktif di Badan Keamanan Rakyat (BKR), merupakan bagian dari barisan terdepan yang melawan agresi militer.
Dalam pesannya, ia kembali mengenang masa-masa tersebut, "Saya ikut merebut kemerdekaan ini, tapi entah mengapa, setelah semuanya berakhir, saya kehilangan arah."
Nama Kusni Kasdut mulai dikenal luas sebagai buronan setelah aksi perampokan spektakuler di Museum Nasional Jakarta pada tahun 1963. Aksi tersebut bukanlah kejahatan pertamanya, namun menjadi awal dari rangkaian kejahatan yang membuatnya menjadi penjahat paling dicari.
Baca juga: Profil Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Perisai Hidup Jokowi Melejit Jadi Sekjen Kemhan
Kusni dikenal sebagai sosok yang berani dan cerdik, hingga berhasil meloloskan diri berkali-kali dari penjara-penjara di Semarang, Surabaya, dan Jakarta.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum itu, Kusni adalah seorang pejuang kemerdekaan yang ikut bertempur melawan Belanda dan Jepang di Malang dan Surabaya.
“Bung Kusni,” begitu ia disapa saat masih aktif di Badan Keamanan Rakyat (BKR), merupakan bagian dari barisan terdepan yang melawan agresi militer.
Dalam pesannya, ia kembali mengenang masa-masa tersebut, "Saya ikut merebut kemerdekaan ini, tapi entah mengapa, setelah semuanya berakhir, saya kehilangan arah."
Lihat Juga :