Tri Adhianto-Harris Bobihoe Jadi Paslon dengan Tingkat Kesukaan Tertinggi
Jum'at, 18 Oktober 2024 - 14:59 WIB
loading...
A
A
A
"Ada korelasi kuat antara tingkat elektabilitas ketiga paslon dengan tingkat popularitas dan kesukaan," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa tingkat popularitas pasangan Tri Adhianto - Harris Bobihoe mencapai 79,3% dan tingkat kesukaan 78,8%. Sementara itu, Heri Koswara - Sholihin memiliki tingkat popularitas 53,6% dan tingkat kesukaan 50,8%.
Kemudian, Uu Saeful Mikdar - Nurul Sumarheni mencatat tingkat popularitas 12,8% dan kesukaan 10,8%. Adapun latar belakang pemilih di Kota Bekasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih calon wali kota/wakil wali kota karena alasan pengalaman di pemerintahan (28,2%), bebas dari korupsi (27,4%), peduli pada rakyat (21,9%), visi misi kandidat (8,8%), religius (4,4%), dan alasan lainnya (9,3%).
"Dalam hal kemantapan pilihan, survei menunjukkan bahwa 77,6% responden merasa mantap dengan pilihan mereka terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, sementara 22,4% menyatakan bahwa pilihan mereka masih mungkin berubah," katanya.
Dia mengatakan, metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel survei adalah stratified multistage random sampling. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan representativitas dan akurasi data yang diperoleh.
Sebanyak 1.250 responden berpartisipasi dalam survei ini, jumlah yang mencerminkan keragaman demografis masyarakat Kota Bekasi. Margin of error yang diperoleh dalam survei ini adalah sekitar 2,77% pada tingkat kepercayaan 95%.
"Menunjukkan bahwa hasil survei dapat diandalkan sebagai acuan untuk memahami kecenderungan politik masyarakat," katanya.
Dia menambahkan, klaster survei mencakup 12 kecamatan di Kota Bekasi, yang dipilih secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024. Dengan pendekatan ini, setiap kecamatan terwakili sesuai dengan jumlah pemilihnya.
Dia menjelaskan bahwa tingkat popularitas pasangan Tri Adhianto - Harris Bobihoe mencapai 79,3% dan tingkat kesukaan 78,8%. Sementara itu, Heri Koswara - Sholihin memiliki tingkat popularitas 53,6% dan tingkat kesukaan 50,8%.
Kemudian, Uu Saeful Mikdar - Nurul Sumarheni mencatat tingkat popularitas 12,8% dan kesukaan 10,8%. Adapun latar belakang pemilih di Kota Bekasi menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilih calon wali kota/wakil wali kota karena alasan pengalaman di pemerintahan (28,2%), bebas dari korupsi (27,4%), peduli pada rakyat (21,9%), visi misi kandidat (8,8%), religius (4,4%), dan alasan lainnya (9,3%).
"Dalam hal kemantapan pilihan, survei menunjukkan bahwa 77,6% responden merasa mantap dengan pilihan mereka terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, sementara 22,4% menyatakan bahwa pilihan mereka masih mungkin berubah," katanya.
Dia mengatakan, metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel survei adalah stratified multistage random sampling. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan representativitas dan akurasi data yang diperoleh.
Sebanyak 1.250 responden berpartisipasi dalam survei ini, jumlah yang mencerminkan keragaman demografis masyarakat Kota Bekasi. Margin of error yang diperoleh dalam survei ini adalah sekitar 2,77% pada tingkat kepercayaan 95%.
"Menunjukkan bahwa hasil survei dapat diandalkan sebagai acuan untuk memahami kecenderungan politik masyarakat," katanya.
Dia menambahkan, klaster survei mencakup 12 kecamatan di Kota Bekasi, yang dipilih secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilkada 2024. Dengan pendekatan ini, setiap kecamatan terwakili sesuai dengan jumlah pemilihnya.
Lihat Juga :