Jagung Hibrida: Dari Penolakan Menjadi Primadona di Madura
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2018, Khusaeri memutuskan untuk menargetkan Madura sebagai wilayah ekspansi. Dengan melihat potensi yang ada, ia memperkenalkan program subsidi benih hibrida kepada petani yang enggan menggunakan benih baru.
Baca juga: Cadangan Beras, Jagung, dan Kedelai Kini Diatur Pemerintah
Melalui agen lapangan, terutama yang terdiri dari perempuan, Syngenta berusaha mendekati petani konvensional untuk mengubah pola tanam mereka.
Khusaeri menekankan pentingnya melibatkan petani perempuan, yang sering memiliki pengaruh besar dalam keputusan pembelian di rumah tangga.
"Kami juga mengadakan kompetisi memasak sebagai bentuk kegiatan pemasaran yang menarik," katanya.
Upaya pemasaran yang disesuaikan dengan konteks lokal mulai menunjukkan hasil. Dengan bukti peningkatan produktivitas dan pendapatan, jagung hibrida perlahan-lahan diterima dan bahkan menjadi primadona di Madura. Pada akhir 2019, peningkatan penjualan tahunan mencapai 200% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Baca juga: Cadangan Beras, Jagung, dan Kedelai Kini Diatur Pemerintah
Melalui agen lapangan, terutama yang terdiri dari perempuan, Syngenta berusaha mendekati petani konvensional untuk mengubah pola tanam mereka.
Khusaeri menekankan pentingnya melibatkan petani perempuan, yang sering memiliki pengaruh besar dalam keputusan pembelian di rumah tangga.
"Kami juga mengadakan kompetisi memasak sebagai bentuk kegiatan pemasaran yang menarik," katanya.
Upaya pemasaran yang disesuaikan dengan konteks lokal mulai menunjukkan hasil. Dengan bukti peningkatan produktivitas dan pendapatan, jagung hibrida perlahan-lahan diterima dan bahkan menjadi primadona di Madura. Pada akhir 2019, peningkatan penjualan tahunan mencapai 200% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Lihat Juga :