18 Karya Seniman Residensi Baku Konek Dipamerkan di TIM
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A

Dia membeberkan ketertarikannya pada program ini karena peluang besar untuk berkolaborasi dan menjalin relasi dengan pelaku seni dan budaya di luar Jawa. Karya itu adalah hasil dari residensi di Pontianak yang memadukan dialog dengan berbagai entitas di beberapa wilayah perkampungan sungai, seperti Kampung Kuantan Laut dan Kampung Banjar Serasan.
Melalui pendekatan seni rupa dan penelitian lintas budaya, karya ini menyoroti peran krusial Sungai Kapuas sebagai sumber kehidupan serta cerminan ikatan sosial dan nilai-nilai spiritual masyarakat yang tinggal di sekitarnya. “Kami berusaha memposisikan diri sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat untuk benar-benar bisa merasakan dan memahami masalah sosial yang ada,” ujar Agustin Dwi Maharani.
“Karya ini bukan hanya sekadar pajangan, tapi ruang untuk membangun kesadaran kolektif dan mengkaji tantangan masyarakat saat ini,” sambung Agustin.
Seniman lain yang merasakan manfaat dari program Baku Konek adalah Nani Nurhayati dari Majalengka, Jawa Barat. Nani pertama kali mengetahui program residensi Baku Konek melalui media sosial (medsos).
Dirinya tertarik mengikuti program ini karena ingin terkoneksi dengan pelaku seni dan budaya dari berbagai kota dan provinsi. Nani mengangkat soal ritual pengobatan tradisional Melayu-Riau dari hasil residensinya bersama komunitas Sikukeluang di Pekanbaru.
Adapun temuannya berupa rempah-rempah dan audio ia ramu menjadi sebuah karya instalasi yang apik bertajuk “Tepung-Pa-Tepung”. Keberhasilan Baku Konek 2024 merupakan momentum penting, khususnya dalam hal berjejaring, kolaborasi, serta eksplorasi artistik dalam konteks seni rupa kontemporer.
Lihat Juga :