18 Karya Seniman Residensi Baku Konek Dipamerkan di TIM
Jum'at, 11 Oktober 2024 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Residensi Baku Konek membuka pintu bagi seniman muda seperti Agustin dan Nani untuk belajar dan berbagi pengalaman dengan komunitas seni di seluruh Indonesia. Dengan keberagaman latar belakang peserta, Baku Konek menjadi salah satu sorotan penting dalam perhelatan Jakarta Biennale 2024, membuka jalan bagi masa depan seni rupa Indonesia yang lebih inklusif dan terhubung, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Karya-karya yang dipamerkan juga menunjukkan peran lain karya seni di luar sisi artistiknya, yakni sebagai cerminan, respons, hingga pendorong perubahan sosial, lingkungan, serta budaya. Diketahui, Manajemen Talenta Nasional (MTN) adalah program pemerintah yang bertujuan mempersiapkan generasi emas yang kompetitif secara nasional dan global, dengan fokus pada tiga bidang yaitu riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.
Dalam bidang seni budaya, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bertanggung jawab atas pelaksanaan MTN, yang mencakup seni rupa, kriya, seni pertunjukan, teater, musik, film, serta bahasa dan sastra.
MTN Seni Budaya dibangun di atas empat pilar utama, yaitu edukasi, regenerasi, ekonomi, dan internasionalisasi untuk memastikan regenerasi talenta seni melalui ekosistem budaya yang berkelanjutan. Langkah-langkah percepatan dilakukan melalui program MTN Lab, Konsorsium Festival, MTN International Hub, dan Anugerah Seni Budaya, dengan MTN Lab berfokus pada pengembangan talenta artistik melalui pelatihan, residensi, dan penelitian.
Sedangkan ruangrupa pada perkembangannya berevolusi menjadi sebuah kolektif seni kontemporer dan ekosistem studi GUDSKUL bersama dua organisasi lainnya (Serrum dan Grafis Huru Hara) yang menyajikan ruang belajar publik yang mengusung nilai-nilai kesetaraan, berbagi, solidaritas, pertemanan, dan kebersamaan.
Karya-karya yang dipamerkan juga menunjukkan peran lain karya seni di luar sisi artistiknya, yakni sebagai cerminan, respons, hingga pendorong perubahan sosial, lingkungan, serta budaya. Diketahui, Manajemen Talenta Nasional (MTN) adalah program pemerintah yang bertujuan mempersiapkan generasi emas yang kompetitif secara nasional dan global, dengan fokus pada tiga bidang yaitu riset dan inovasi, seni budaya, serta olahraga.
Dalam bidang seni budaya, Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bertanggung jawab atas pelaksanaan MTN, yang mencakup seni rupa, kriya, seni pertunjukan, teater, musik, film, serta bahasa dan sastra.
MTN Seni Budaya dibangun di atas empat pilar utama, yaitu edukasi, regenerasi, ekonomi, dan internasionalisasi untuk memastikan regenerasi talenta seni melalui ekosistem budaya yang berkelanjutan. Langkah-langkah percepatan dilakukan melalui program MTN Lab, Konsorsium Festival, MTN International Hub, dan Anugerah Seni Budaya, dengan MTN Lab berfokus pada pengembangan talenta artistik melalui pelatihan, residensi, dan penelitian.
Sedangkan ruangrupa pada perkembangannya berevolusi menjadi sebuah kolektif seni kontemporer dan ekosistem studi GUDSKUL bersama dua organisasi lainnya (Serrum dan Grafis Huru Hara) yang menyajikan ruang belajar publik yang mengusung nilai-nilai kesetaraan, berbagi, solidaritas, pertemanan, dan kebersamaan.
(rca)
Lihat Juga :