Airin Kenalkan Kartini Banten, Program untuk Perempuan dan Anak
Kamis, 10 Oktober 2024 - 13:09 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus turunkan program peningkatan UMKM untuk kalangan perempuan sesuai potensi desanya. Setiap desa, bisa muncul produk-produk ekonomi dari kalangan perempuan,” tutur mantan wali kota Tangerang selatan dua periode ini.
Ia menilai, perlu perlindungan keluarga melalui peningkatan literasi keuangan dan advokasi utang. Berdasarkan hasil silaturahmi ke lebih 1.500 desa, Airin menemukan banyak keluarga yang terjerat kredit bank keliling atau rentenir. “Ada istilah bank emok, karena mudah dapat utang dengan bunga tinggi. Diperlukan edukasi agar tidak terjerat kredit sistem ini,” jelasnya.
Untuk melindungi perempuan dan anak , Airin akan mendorong peningkatan peran RT dan RW. Selain itu, perlu optimalisasi peran dan dukungan terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Perindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Baca juga: Kompolnas Apresiasi Komitmen Kapolri terkait Pembentukan Direktorat PPA dan Penguatan Siber
Kemudian penguatan kerjasama dengan kepolisian melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). “Pemberdayaan hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak harus bersama kita lakukan,” tandasnya.
Ratna Ambarwati, tokoh perempuan Kabupaten Serang menilai, Airin punya pengalaman dalam pemberdayaan maupun perlindungan perempuan dan anak. Bahkan saat kepemimpinan Airin, Tangsel mendapat predikat Kota Layak Anak. “Kami mendukung calon pemimpinan Banten yang sudah terbukti, bukan sekadar janji. Kami yakin, Ibu Airin dan Pak Ade punya visi melindungi para perempuan dan anak,” tegasnya.
Ia menilai, perlu perlindungan keluarga melalui peningkatan literasi keuangan dan advokasi utang. Berdasarkan hasil silaturahmi ke lebih 1.500 desa, Airin menemukan banyak keluarga yang terjerat kredit bank keliling atau rentenir. “Ada istilah bank emok, karena mudah dapat utang dengan bunga tinggi. Diperlukan edukasi agar tidak terjerat kredit sistem ini,” jelasnya.
Untuk melindungi perempuan dan anak , Airin akan mendorong peningkatan peran RT dan RW. Selain itu, perlu optimalisasi peran dan dukungan terhadap Pusat Pelayanan Terpadu Perindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Baca juga: Kompolnas Apresiasi Komitmen Kapolri terkait Pembentukan Direktorat PPA dan Penguatan Siber
Kemudian penguatan kerjasama dengan kepolisian melalui Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). “Pemberdayaan hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak harus bersama kita lakukan,” tandasnya.
Ratna Ambarwati, tokoh perempuan Kabupaten Serang menilai, Airin punya pengalaman dalam pemberdayaan maupun perlindungan perempuan dan anak. Bahkan saat kepemimpinan Airin, Tangsel mendapat predikat Kota Layak Anak. “Kami mendukung calon pemimpinan Banten yang sudah terbukti, bukan sekadar janji. Kami yakin, Ibu Airin dan Pak Ade punya visi melindungi para perempuan dan anak,” tegasnya.
(poe)
Lihat Juga :