Cerita Kemegahan Masjid Agung Demak Runtuhkan Pamor Kerajaan Majapahit di Nusantara
Kamis, 10 Oktober 2024 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebagaimana dikutip dari buku “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, dari sejarawan Prof. Slamet Muljana, menceritakan bagaimana Masjid Agung Demak itu dipugar beberapa kali pasca pembuatannya dari sebuah langgar, hingga jadi masjid besar.
Pemugaran itu berarti juga peningkatan wujudnya, sesuai dengan kemampuan masyarakat Islam yang menggunakannya dan kedudukan kota Demak. Wujud Masjid Agung Demak pada tahun 1477 itu boleh dikatakan wujud permulaannya.
Baca juga: Kisah Mpu Prapanca Rela Bertapa demi Redakan Konflik Agama di Kerajaan Majapahit
Tarikh 1477 juga dapat disebut awal pembangunannya. Tiap masjid mempunyai mihrab, biasanya berupa lubang atau ruangan kecil pada dinding di tembok barat, gunanya untuk menetapkan kiblat waktu beribadah.
Kiblat waktu melakukan ibadah menghadap ke Mekkah. Demikianlah kiblat itu merupakan bagian utama pada bangunan masjid. Tiap orang yang melakukan ibadah di masjid, menghadap ke kiblat.
Mihrab Masjid Agung Demak berupa ruangan kecil di tengah-tengah dinding tembok barat masjid, di sisi kiri mimbar. Pada mihrab itu terdapat gambar penyu. Di tengah gambar penyu itu ada gambar yang mewakili kiblat, baik arah utara, timur selatan, dan barat.
Pemugaran itu berarti juga peningkatan wujudnya, sesuai dengan kemampuan masyarakat Islam yang menggunakannya dan kedudukan kota Demak. Wujud Masjid Agung Demak pada tahun 1477 itu boleh dikatakan wujud permulaannya.
Baca juga: Kisah Mpu Prapanca Rela Bertapa demi Redakan Konflik Agama di Kerajaan Majapahit
Tarikh 1477 juga dapat disebut awal pembangunannya. Tiap masjid mempunyai mihrab, biasanya berupa lubang atau ruangan kecil pada dinding di tembok barat, gunanya untuk menetapkan kiblat waktu beribadah.
Kiblat waktu melakukan ibadah menghadap ke Mekkah. Demikianlah kiblat itu merupakan bagian utama pada bangunan masjid. Tiap orang yang melakukan ibadah di masjid, menghadap ke kiblat.
Mihrab Masjid Agung Demak berupa ruangan kecil di tengah-tengah dinding tembok barat masjid, di sisi kiri mimbar. Pada mihrab itu terdapat gambar penyu. Di tengah gambar penyu itu ada gambar yang mewakili kiblat, baik arah utara, timur selatan, dan barat.
Lihat Juga :