Unggul, Elektabilitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe Capai 53,7%
Rabu, 09 Oktober 2024 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Berikutnya adalah Heri Koswara-Sholihin dengan skor 57,2%, serta UU Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni memperoleh skor 36,7%.
Baca juga: Jurus Tri Adhianto untuk Transportasi Modern di Bekasi
Tingkat popularitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe juga tertinggi mencapai 81,2% serta tingkat akseptabilitasnya sebesar 80,4%. Sedangkan Heri-Sholihin memiliki tingkat elektabilitas 58,4% dan akseptabilitas 52,6%.
"Sementara itu, pasangan UU Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mencatatkan tingkat elektabilitas 28,4% dan akseptabilitas 32,3%," kata Togu.
Selain itu, survei juga disertai simulasi top of mind yang tujuannya untuk mengukur loyalitas dan spontanitas responden dalam menyebutkan pasangan calon yang mereka pilih. Hasilnya, pasangan Tri Adhianto dan Harris Bobihoe menjadi yang paling banyak disebut dengan perolehan suara 47,1%.
Di urutan kedua adalah pasangan Heri-Sholihin dengan 29,6%, sedangkan pasangan UU Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya memperoleh 4,1%, dan sebanyak 19,2% responden tidak memberikan jawaban. Simulasi pertanyaan tertutup juga dilakukan menggunakan kertas kuesioner disertai tingkat elektabilitas ketiga pasangan calon juga diukur.
Survei membuktikan duet Tri Adhianto-Harris Bobihoe memiliki tingkat elektabilitas 53,7%, pasangan Heri-Sholihin 32,8%, dan UU Saeful Mikdar dan Nurul Sumarheni mendapatkan 4,9%. "Sementara itu, sebanyak 8,9% responden menyatakan tidak akan memilih," ungkap Togu.
Survei ini melibatkan sebanyak 1.200 warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pilkada. Responden tersebar di 56 kelurahan di seluruh kota Bekasi yang memberikan representasi cukup luas tentang opini publik.
Baca juga: Jurus Tri Adhianto untuk Transportasi Modern di Bekasi
Tingkat popularitas Tri Adhianto-Harris Bobihoe juga tertinggi mencapai 81,2% serta tingkat akseptabilitasnya sebesar 80,4%. Sedangkan Heri-Sholihin memiliki tingkat elektabilitas 58,4% dan akseptabilitas 52,6%.
"Sementara itu, pasangan UU Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni mencatatkan tingkat elektabilitas 28,4% dan akseptabilitas 32,3%," kata Togu.
Selain itu, survei juga disertai simulasi top of mind yang tujuannya untuk mengukur loyalitas dan spontanitas responden dalam menyebutkan pasangan calon yang mereka pilih. Hasilnya, pasangan Tri Adhianto dan Harris Bobihoe menjadi yang paling banyak disebut dengan perolehan suara 47,1%.
Di urutan kedua adalah pasangan Heri-Sholihin dengan 29,6%, sedangkan pasangan UU Saeful Mikdar-Nurul Sumarheni hanya memperoleh 4,1%, dan sebanyak 19,2% responden tidak memberikan jawaban. Simulasi pertanyaan tertutup juga dilakukan menggunakan kertas kuesioner disertai tingkat elektabilitas ketiga pasangan calon juga diukur.
Survei membuktikan duet Tri Adhianto-Harris Bobihoe memiliki tingkat elektabilitas 53,7%, pasangan Heri-Sholihin 32,8%, dan UU Saeful Mikdar dan Nurul Sumarheni mendapatkan 4,9%. "Sementara itu, sebanyak 8,9% responden menyatakan tidak akan memilih," ungkap Togu.
Survei ini melibatkan sebanyak 1.200 warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pilkada. Responden tersebar di 56 kelurahan di seluruh kota Bekasi yang memberikan representasi cukup luas tentang opini publik.
Lihat Juga :